ProHaba.co Mobile
home / nusantara

Polisi Bongkar Prostitusi Online, Dua SPG Rokok Cantik Pasang Tarif Rp 800.000 Hingga Rp 1,9 Juta

Sabtu, 25 Juli 2020 16:06 WIB

JAKARTA - Dua sales promotion girl atau SPG rokok terlibat kasus prostitusi online. Dalam kasus prostitusi online ini terungkap tarif dua SPG rokok sekali kencan, yakni Rp 800.000 hingga mencapai Rp 1,9 juta. B (16) dan TFP (19), dua SPG rokok cantik terlibat prostitusi online ini dikendalikan DEP (26), muncikari di Padang, Sumatera Barat. Lantaran berparas cantik, kedua SPG rokok tersebut mendapatkan banyak pelanggan.

 

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan, tertangkapnya kedua SPG itu berawal dari laporan masyarakat. Akhirnya dari hasil penyelidikan diketahui keberadaan kedua SPG tersebut. Petugas Subdit IV PPA Direskrimum Polda Sumbar kemudian menangkap mereka. Kedua wanita berkulit kuning langsat itu disuruh melayani lelaki yang mem-booking-nya. "Kejadian berawal dari infomasi masyarakat tentang maraknya prostitusi di hotel"

 

"Setelah mendapatkan informasi, polisi menangkap dua wanita dan germo di salah satu hotel di Padang pada Sabtu (18/7/2020)," kata Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat jumpa pers, Rabu (22/7/2020) di Mapolda Sumbar. Stefanus mengatakan, kedua wanita berkulit kuning langsat itu disuruh melayani lelaki yang mem-booking-nya. "Dua wanita cantik itu dijual Rp 800.000 untuk sekali kencan dengan lelaki hidung belang. Untuk melayani seharian dipatok tarif Rp 1,9 juta," tutur Stefanus.

 

Stefanus menyatakan bahwa setiap transaksi mucikarinya mendapatkan imbalan Rp 200.000. "Saat ini kedua wanita sudah dikirim ke panti rehabilitasi Andam Dewi, Kabupaten Solok," kata Stefanus. Sementara, Panit I Subdit IV PPA Direskrimum Polda Sumbar Ipda Doni Rahmadian, mengungkapkan tersangka dijerat Undang undang Nomor 21 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Tersangka juga dijerat UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Saat ini tersangka sudah ditahan di Mapolda Sumbar dengan barang bukti uang Rp 1 juta, dua unit handphone, kondom dan kunci kamar hotel.

 

 “Tolong pak, jangan dibawa nanti kalau suami saya tau gimana ini bisa kiamat,” ujar seorang perempuan bernama samaran Ria (25) sambil merengek kepada petugas Satpol PP. Pada malam itu Ria terjaring razia praktik prostitusi. Ia tepergok sedang berduaan dengan seorang pria yang bukan suaminya. Padahal Ria diketahui sudah memiliki suami.

 

Lantaran takut dibawa ke Kantor Satpol PP, perempuan yang sehari-harinya sebagai sales promotion girl (SPG) produk rokok ini terus memohon kepada petugas untuk tidak dibawa.Sialnya lagi, Romi, pasangan yang kedapatan bersama Ria pada saat itu, malah melarikan diri dari kejaran petugas. Tak ayal, Ria pun menangis tersedu-sedu begitu diamankan aparat. Ia sempat berontak ketika ditangkap. Bukan cuma itu saja, Ria juga sempat mencoba kabur dengan cara melompat dari mobil patroli.

 

Namun berkat kesigapan petugas, aksi nekat Ria dapat dicegah. Berbeda dengan Ria, Anita hanya bisa pasrah saat dia dan pasangannya yang diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas, digelandang aparat. Anita yang telah lebih dari dua tahun menjalin hubungan dengan pasanganya itu mengaku mengetahui risiko dari perbuatannya. “Ya mau diapain lagi, sudah ketauan ya mau enggak mau saya ikut,” ucap Anita sambil menunduk malu.(wartakota.com)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site