ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / kutaraja

Duda Beranak Tiga, Setubuhi Anak Bawah Umur

Kamis, 6 Februari 2020 16:07 WIB
BANDA ACEH   Personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh meringkus MA (37), warga salah satu gampong di Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar atas laporan pencabulan dan menyetubuhi bocah perempuan di bawah umur.

MA yang berstatus duda tiga anak ditangkap Minggu (3/2) di rumahnya, di Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar.

Korban merupakan anak dari tetangganya sendiri, sebut saja namanya Inong (10). 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK mengatakan pencabulan disertai persetubuhan yang dilakukan MA terjadi berulang ulang mencapai enam kali. 

Aksi bejat MA dilakukan dua kali di kebun, dekat rumah tersangka serta empat kali di rumah tersangka. 

“Pelaku ini berstatus seorang duda tiga anak dan korban ini adalah tetanggannya. Bahkan sehari harinya korban menjadi teman sepermainan anak tersangka yang seusia dengan korban,” kata AKP Taufiq dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (5/2) sore.

AKP M Taufik didampingi Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani STrK dan Kasubbag Humas, Iptu Hardi mengatakan, dalam aksinya itu tersangka MA selalu mengancam akan membunuh korban dengan cara memenggal leher bila memberitahukan ke orang lain. 

Karena melihat korban merasa tertekan dan ketakutan. tersangka MA pun makin leluasa dan terus mengulangi perbuatannya sampai enam kali. 

Kasus itu terungkap ketika keluarga korban curiga saat Inong mengeluhkan sakit di organ vitalnya. Akhirnya keluarga korban mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Keluarga korban kaget mendengar pengakuan polos Inong dimana dirinya mengaku sudah berulang kali dicabuli dan disetubuhi tersangka MA dengan ancaman akan dibunuh bila diceritakan kepada orang lain. 

Mendengar pengakuan itu, pada 22 Januari 2020 keluarga melapor ke Polresta Banda Aceh.

Dikatakan Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, pencabulan terjadi Desember 2019.

Modus tersangka mengajak korban ke kebunnya dengan dalih untuk menghidupi air. Begitu tiba di kebun, tersangka langsung menyetubuhi korban.

Setelah melampiaskan aksi bejatnya, tersangka memberi uang Rp 2.000 kepada korban dengan menitipkan pesan ancaman akan membunuh korban dengan cara dipenggal kepalanya bila hal tersebut diceritakan kepada orang lain. 

Kasus itu dilakukan tersangka berulang kali bahkan dilakukan secara kasar dengan cara menarik paksa korban yang sedang bermain main dengan anaknya (anak tersangka). 

“Setelah dilaporkan oleh keluarga korban, akhirnya di bawah koordinisasi Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani STrK, tersangka akhirnya dilacak keberadaannya dan diringkus di rumahnya tanpa perlawanan pada 3 Februari 2020,” kata AKP Taufiq.

Tersangka dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Tersangka MA yang diwawancarai wartawan mengakui perbuatannya mencabuli dan menyetubuhi anak di bawah umur secara berulang kali.

Kepada wartawan, MA juga menyadari kosekwensi hukum yang akan diterima bila perbuatannya itu terbongkar. “Saya sangat menyesal. Saya khilaf dan saya tahu perbuatan saya ini salah dan sempat berpikir saya akan dipenjara kalau ketahuan,” pungkas tersangka MA.(mir)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site