ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / bireuen

Penjual Elpiji Melon Melebihi Rp 18.000/Tabung Ditangkap

Minggu, 26 Januari 2020 15:17 WIB

* Tersangka Membeli di Pangkalan Rp 20.000


BIREUEN ‑ Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) yang diduga menjual elpiji 3 kg Rp 22.000‑Rp 24.000 per tabung atau di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 18.000.

 

IRT yang ditangkap tersebut berinisial SA (36), warga Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. SA ditangkap di kawasan Desa Bugak Keude, Senin (20/1) sekira pukul 18.30 WIB.

 

Dalam perkembangan pengusutan, IRT tersebut tidak ditahan tapi dikenakan wajib lapor ke Polres Bireuen.

 

Kepada polisi yang memeriksanya, AS juga mengaku membeli gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan di Bugak, Kecamatan Jangka seharga Rp 20.000 sehingga dia menjual Rp 22.000‑Rp 24.000 per tabung.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim, Iptu Dimmas Adhit Putranto SIK, Sabtu (25/1) menyebutkan, penangkapan IRT tersebut berdasarkan laporan masyarakat.

 

Berdasarkan informasi dari masyarakat di Desa Bugak Keude, Kecamatan Jangka, sering terjadi penyalahgunaan gas elpiji 3 kg bersubsidi.

 

Tim Opsnal Satreskrim Polres Bireuen melakukan penyelidikan dan mendapati pelaku yang sedang membawa elpiji 3 kg bersubsidi itu menggunakan sepeda motor Honda Supra X BL 5066 KO.

 

“Elpiji 3 kg itu disusun dalam keranjang di atas sepeda motor lalu tim mengikuti IRT itu hingga ke kiosnya,” kata Iptu Dimmas.

 

Selain elpiji 3 kg sebanyak 12 tabung di sepeda motor, polisi juga menemukan 15 tabung elpiji 3 kg lainnya di dalam kiosnya. SA mengaku menjual elpiji bersubsidi 3 kg itu seharga Rp 22.000‑Rp 24.000 per tabung.

 

“HET elpiji 3 kg yang ditetapkan pemerintah Rp 18.000 per tabung, tapi pelaku mengaku menjualnya Rp 22.000‑24.000 per tabung," demikian Kasat Reskrim Polres Bireuen.

 

Informasi ditangkapnya seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SA di Bireuen yang menjual gas elpiji 3 kg mencapai Rp 22.000 hingga Rp 24.000 per tabung atau di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 18.000 mendapat tanggapan  beragam dari berbagai pihak.

 

“Kita apresiasi pihak kepolisian yang telah berupaya mengungkap persoalan harga elpiji yang tidak sesuai ketetapan pemerintah,” kata seorang warga Bireuen.

 

Banyak kalangan berharap dengan terungkapnya kasus IRT tersebut, pengusutan bisa semakin meluas apalagi dalam pengakuan tersangka kepada polisi dia membeli elpiji 3 kg itu di salah satu pangkalan di Bugak, Kecamatan Jangka seharga Rp 20.000/tabung.

 

“Jika pengakuan tersangka itu benar, maka penyimpangan sudah dimulai sejak dari pangkalan,” lanjut sumber yang tak bersedia namanya ditulis.

 

Pada konferensi pers terkait kasus penjualan elipiji Rp 3 kg di atas HET yang berlangsung di Mapolres Bireuen, Jumat (24/1), sempat juga mengemuka informasi tentang dugaan permainan harga elpiji di pangkalan.

 

Menanggapi informasi tersebut, Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim, Iptu Dimmas Adhit Putranto SIK mengatakan pihaknya tetap merespons informasi tersebut namun laporan dari masyarakat sangat diharapkan.(c38)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site