ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh singkil

Setubuhi Anak Angkat, Pria Beristri Dua Dicambuk

Jumat, 20 Desember 2019 15:31 WIB

* Total Cambukan 175 Kali

SINGKIL - Siman (56), pensiunan PNS di Aceh Singkil, tega menyetubuhi anak angkatnya yang masih berusia 12 tahun. Atas perbuatannya itu Siman yang punya dua istri dicambuk 175 kali dipotong masa tahanan lima kali di alun-alun depan Kantor Bupati Aceh Singkil, di Pulo Sarok, Singkil, Kamis (19/12/2019) sore.

 

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Lili Suparli, mengatakan, terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.  "Pelaku menyetubuhi anak-anak," kata Lili.

 

Menurut Lili, pelaku mengaku bahwa korban merupakan anak angkatnya, namun tidak berdasarkan putusan pengadilan. "Anak angkat di bawah tangan, dalam KK (kartu keluarga) memang masuk," jelas Lili.

 

Sementara itu, saat ujung cambuk mengenai punggung Siman terdengar sorak dari penonton perempuan. Sorakan tersebut tidak memengaruhi algojo yang melakukan uqubat cambuk.

 

Saat proses pencambukan, Siman beberapa kali minta diberi waktu istirahat untuk duduk bersimpuh sambil meneguk air mineral.

 

Siman usianya sudah 56 tahun, memiliki dua istri, namun masih tak kuasa mengendalikan syahwatnya.

 

Pensiunan PNS di Pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil itu tega berkali-keli meniduri anak angkatnya sebut saja bernama Melati (12). Perbuatan bejat itu dilakukan Siman di kebun sawit milik perusahaan PT Nafasindo serta di rumah pribadinya setelah istrinya tidur lelap.

 

Korban merupan yatim piatu, lalu diadopsi sebagai anak angkat oleh pelaku sejak balita. Belakangan korban tinggal bersama bibi atau adik istri kedua pelaku di kawasan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

 

Korban tinggal bersama bibi angkatnya lantaran istri kedua pelaku yang berinisial E pergi entah ke mana, tanpa kabar berita.

 

Terungkapnya kasus ini cukup unik.  Mulanya Siman sekitar Juni lalu melaporkan Padang, warga Sidikalang yang dituduh selingkuh dengan E, istri keduanya, ke Polsek Gunung Meriah.

 

Laporan itu bukan tentang perselingkuhan, melainkan Padang dituduh meyetubuhi Melati, anak angkat Siman.

 

Kasus itu bergulir hingga ke Pengadilan Negeri Aceh Singkil. Padang sendiri telah divonis bersalah.

 

Sesaat sebelum sidang, rupanya korban ketakutan bertemu dengan Siman yang notabene merupakan ayah angkatnya.  Usut punya usut ternyata korban trauma melihat ayah angkatnya yang juga pernah berbuat tak senonoh kepadanya.

 

Hal itu mendapat perhatian dari pekerja sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Aceh Singkil yang mendampinginya.

 

Mereka pun lantas membuat laporan ke Polres Aceh Singkil. Mendapat laporan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Singkil bergerak cepat. Alhasil, Siman ditangkap di rumahnya di kawasan Singkil.

 

Kali pertama pelaku merudapaksa korban, ia minta korban tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. Korban pun patuh, karena takut. Ironisnya, perbuatan tak terpuji itu terus berulang. Sampai akhirnya perbuatan Siman terbukti di Mahkamah Syar'iyah Aceh Singkil berkali-kali menggauli anak angkatnya. Pelaku akhirnya dijatuhi hukuman cambuk 175 dipotong masa tahanan lima kali. (de)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site