ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / kutaraja

Aceh Butuh Pusat Rehab Korban Narkoba

Rabu, 19 Juni 2019 10:41 WIB
* Jumlah Pengguna Terus Meningkat

BANDA ACEH – Jumlah pengguna narkoba di Aceh dilaporkan terus meningkat. Hasil survei Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh dan Universitas Indonesia (UI) tahun 2014, penyalahgunaan narkotika di daerah ini mencapai 73 ribu orang dan terus bertambah setiap tahunnya.

ironisnya, di tengah meningkatnya jumlah korban narkoba, ternyata Aceh belum belum memiliki pusat rehabilitasi pecandu barang terlarang itu itu. Karenanya, para kepala BNN kabupaten/kota bersama LSM antinarkoba mendorong Pemerintah Aceh membangun pusat rehabilitasi yang bisa menampung pecandu narkoba dalam jumlah banyak dan gratis. 

Hal itu mencuat saat pertemuan anggota Komite III DPD RI dengan Pemerintah Aceh, BNN Aceh dan kabupaten/kota, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh, serta LSM antinarkoba di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (18/6). 

Kegiatan yang dipimpin Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah itu dalam rangka inventarisasi materi penyusunan Rancangan Undang-Undang (UU) tentang Perubahan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara delegasi Komite III dipimpin Dedi Iskandar Batubara. 

Kepala BNNK Aceh Tamiang, Trisna Safari Y mengungkapkan peredaran narkoba di wilayah kerjanya sangat meresahkan. Sejak Januari hingga Mei tahun ini sudah 50 kg sabu-sabu yang berhasil ditangkap oleh penegak hukum, baik oleh kepolisian maupun BNN. 

“Kapasitas LP kita sekitar 573 orang. Dari jumlah tersebut pengguna narkoba sebanyak 512 orang atau mencapai 95 persen,” kata Trisna Safari menyampaikan kondisi yang terjadi saat ini. Pihaknya juga banyak menemukan anak-anak yang memakai lem (ngelem). 

Persoalan yang terjadi sekarang, selain meningkatnya kasus narkoba, Aceh tidak memiliki pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba yang ingin sembuh. “Khusus untuk pencandu kita belum ada balai rehabilitasi,” timpal Kepala BNNK Langsa, Navri Yulenny.

Menurut Navri, pemerintah seperti tidak serius memerangi peredaran narkoba. “Kita diminta tangkap pengguna narkoba tapi kendaraan (yang diberikan) batuk, bagaimana kami kejar. Kami melihat pemerintah tidak serius memerangi narkotika. Kita masih landai,” tegasnya.

Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra juga mendorong pembentukan pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba di Aceh. Selama ini, kata dia, tempat rehabilitasi hanya ada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, tapi jumlahnya sangat terbatas dibandingan dengan jumlah pengguna narkoba. 

“Ini kita bisa bayangkan, setiap hari pengguna narkoba semakin bertambah tapi rumah rehab tidak ada. Barangkali Pemerintah Aceh bisa memikirkan rumah rehab sehingga bisa menampung banyak orang yang antre untuk mendapatkan kesembuhan,” pungkasnya. (mas)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site