ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tamiang

Maisir Dominasi Pelanggaran Qanun Jinayat

Jumat, 8 Februari 2019 11:15 WIB
KUALASIMPANG - Kasus perjudian (maisir) masih mendominasi pelanggaran syariat Islam di wilayah Aceh Tamiang. Hal terungkap sejenak pelaksanaan eksekusi cambuk terhadap empat pelanggar Qanun Jinayat, Kamis (7/2), oleh Kejari Aceh Tamiang. 

Mereka yang dicambuk adalah, Suhardi (55), Raja Faisal (22), Heri Kandi (49) dan Usman (47). Dalam acara eksekusi di halaman Islamic Center Aceh Tamiang, disaksikan perwakilan unsur muspida dan pelajar yang sengaja diundang oleh Dinas Syariat Islam.

Keempat tervonis dinyatakan telah bersalah karena melakukan perjudian sesuai Pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6/2014 tentang Hukum Jinayat. 

Kasipidum Kejari Aceh Tamiang, Roby Syahputra menjelaskan, masing-masing terpidana dijatuhi hukuman cambuk sembilan kali. Namun karena keempatnya sudah menjalani masa penahanan dua bulan, eksekusi cambuk hanya dilakukan tujuh kali. “Uqubat cambuk sebanyak sembilan kali cambukan di depan umum dengan dikurangi selama masah tahanan dua bulan,” terang Roby. 

Dijelaskannya, keempat tersangka merupakan sisa terpidana yang diproses pada 2018. Untuk tahun ini, Kejari Aceh Tamiang sudah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap sembilan tersangka perjudian. “Untuk tahun ini sudah sembilan SPDP yang kita terima. Seluruhnya terkait perjudian,” beber Roby. 

Dia mengatakan, dibanding mesum dan minuman keras, kasus perjudian cukup mendominasi pelanggaran hukum jinayat. “Harapannya dengan hadirnya adik-adik pelajar menyaksikan eksekusi ini, ke depannya bisa mengambil hikmah.

Kadis Syariat Islam Aceh Tamiang Syamsul Rizal menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang pelajar untuk menyaksikan eksekusi ini. “Tujuannya edukasi. Kita berharap ke depannya adik-adik kita tidak melanggar hukum,” kata Syamsul. 

Dijelaskannya, keterlibatan pelajar dalam setiap eksekusi sudah dilakukan sejak tahun lalu. “Sudah dimasukkan kurikulum tentang pergaulan bebas dan jinah di tingkat SMA dan SMK. Jadi kita berharap generasi muda kita sudah memahami hukum sejak dini,” ucap Syamsul.(mad)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site