ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh barat

Bantah Cabuli Bocah Laki-laki, Keluarga Sebut Hanya Salah Paham

Selasa, 8 Januari 2019 11:18 WIB
MEULABOH - Keluarga dari pria Z (59), penduduk  asal Kecamatan Woyla, Aceh Barat memberikan klarifikasi soal tuduhan ayahnya tersebut terkait dugaan pencabulan dua bocah di wilayah itu. “Ini lebih kepada salah paham. Perlu saya luruskan bahwa tidak benar apa yang dituduhkan kepada ayah saya,” kata Azwar, anaknya tersebut kepada Prohaba, kemarin.

Azwar meluruskan berita yang dilansirkan beberapa media termasuk harian ini. “Terhadap apa yang kini dituduhkan itu sedang diusut oleh polisi di Polsek Woyla. Kami dari keluarga kooperatif. Kami mengikuti dan dugaan tidak bersalah tetap harus kita dijunjung. Ini lebih kepada salah paham,” kata Azwar.

Menurutnya, ayahnya tersebut pernah duduk dengan anak-anak pada sebuah warung dan menonton film kartun di HP orangtuanya. Bukan film tidak senonoh seperti dituduhkan termasuk soal menyetuh kelamin anak adalah tidak benar. “Bisa saja dengan tidak sengaja ketika bergerak tangan ayah saya tersentuh,”katanya.

Ia berharap kasus ini tidak berlarut dan segera dapat diselesaikan dengan baik-baik, apalagi ayahnya selama ini tidak ada persoalan di desa dan selalu berbuat baik. “Memang ayah saya masih ditahan di Polsek. Kami keluarga akan mendampingi beliau karena ini lebih kepada salah paham dan tidak ada perbuatan tidak senonoh seperti disangkakan itu,” ujar Azwar yang mengaku profesi sebagai swasta di Meulaboh.

Seperti diberitakan, seorang kakek Z  (59) warga sebuah gampong Kecamatan Woyla Aceh Barat, Rabu (2/1) dini hari sekira pukul 03.00 WIB diamankan oleh personel Polsek Woyla. Lelaki yang memasuki umur lansia itu dicokok dalam kasus dugaan pelecehan seksual atau pencabulan terhadap dua anak laki-laki. Kasus pencabulan trerhadap dua anak yang masih duduk di bangku SD terulang setelah korban melaporkan kasus itu ke orang tua.

Kedua korban selama ini belajar di rumah pelaku yang diketahui memiliki istri dan tiga anak. Banyak anak-anak yang belajar di rumah pelaku. Kasus pelecehan seksual itu menyangkut dugaan pelaku memegang alat kelamin (kemaluan) korban. Ternyata nasib yang sama dialami adik korban. Perbuatan pelaku juga dengan cara memperlihatkan film tidak senonoh kepada korban.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kapolsek Woyla, Iptu Anies A mengakui bahwa pihaknya menangkap seorang pria yang sudah kakek dalam kasus dugaan pencabulan. Pelaku laki-laki dan korban juga laki-laki anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.(riz)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site