ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh utara

Warga Keluhkan Tanki Mobil Dimodifikasi

Minggu, 23 Desember 2018 10:05 WIB
* Membuat BBM Bersubsidi Jadi Langka

LHOKSUKON - Ulah sebagian pemilik mobil yang memodifikasi tanki minyaknya, memunculkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, tepatnya BBM premium di seputaran Lhokseumawe dan Aceh Utara. Tanki yang dimodifikasi membuat setiap mobil mampu diisi premium ratusan liter.

Belakangan terungkap aksi itu dilakukan semata mata untuk mencari keuntungan pribadi, karena bensin yang dibeli dijual kembali secara eceran. Baik untuk warga biasa maupun untuk konsumsi industri yang tentu saja dengan harga jauh di atas harga SPBU.

Fenomena itu terungkap dalam diskusi antara masyarakat Cot Girek dengan anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma, Sabtu (15/12) malam pekan lalu di Desa Batu XII kecamatan setempat. Selain itu hal tersebut juga disampaikan sejumlah warga kepada wartawan dalam beberapa hari terakhir ini. “Warga yang menyebutkan, selama ini sulit mendapatkan premium di SPBU. Tetapi ada pihak tertentu yang menjual premium ke pedagang pengecer yang ada di kampung-kampung,” kata Haji Uma kepada media.

Sedangkan prosedurnya berdasarkan penjelasan pihak terminal BBM Lhokseumawe, pedagang harus memiliki surat rekomendasi dari pemerintah untuk membeli BBM.

Tapi selama ini kata Haji Uma, masyarakat menyaksikan ada mobil-mobi masuk ke kampung lalu menjual bensin ke pedagang. Selain itu masyarakat juga menyebutkan, ada mobil tertentu yang ketika mengisi minyak di SPBU, membutuhkan waktu yang cukup lama dan sekali isi mencapai Rp 1 sampai 2 juta lebih. Padahal kapasitas tangki mobil sekitar 45 liter atau 50 liter. “Nah ternyata selama ini sudah ada mobil dengan tangki rakitan hasil modifikasi, sehingga ketika dibayar lebih dari satu juta. Padahal sewajarnya untuk mobil pribadi sekitar 300 ribu untuk isi penuh,” katanya. 

Karena itu Haji Uma meminta kepada warga untuk mengambil video untuk disampaikan kepada dirinya guna diteruskan ke Pertamina. “Bila sudah kita dapatkan videonya kita akan menyampaikan kepada pertamina untuk dicabut izin SPBU tersebut. Bila ini tidak dilakukan oleh pihak Pertamina, kita akan sampaikan persoalan ini nantinya kepada Menteri,” pungkas Haji Uma.

Selain itu wartawan juga memperoleh informasi dari masyarakat di kawasan Lhokseumawe, hampir setiap malam mobil-mobil yang sudah memodifikasi tangki tersebut mengisi bensin di sejumlah SPBU. “Biasanya setelah mengisi di SPBU tersebut, lalu mereka mengisinya untuk keduanya kalinya di SPBU lain, begitu seterusnya tiap malam,” ujar Hasanur, seorang warga Lhokseumawe.(jaf) 

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site