ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh singkil

Nelayan Aceh Singkil Bertarung Melawan Buaya

Kamis, 11 Oktober 2018 11:19 WIB
* Demi Selamatkan Teman

SINGKIL - Tanpa melengkapi diri dengan alat bantu apapun, empat nelayan Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, menyelam mencari ikan di dasar laut sekitar Pulau Matahari, Selasa (9/10) sekitar pukul 23.30 WIB jelang tengah malam. Satu-satunya perlengkapan mereka hanya besi bangunan yang telah diruncingkan ujungnya untuk menusuk ikan.

Mereka adalah Ama Tebi, Ama Ifan, Reliaman dan Ama Boyi. Aksi empat pria itu terbilang nekat, sebab laut di sekitar Pulau Matahari, dikenal sebagai sarang buaya air asin. Nelayan yang menyelam di sana beberapa kali diserang hewan bergigi mirip gergaji tersebut.

Benar saja ketika sedang asik mengintai keberadaan ikan di dasar laut, tiba tiba muncul buaya yang menurut pengakuan korban kepada tetangga panjangnya mencapai enam meter, menerkam Ama Tebi. Suasana yang tadinya tenang berubah mencekam. Darah segar bercampur hempasan air laut yang ditimbulkan putaran tubuh buaya untuk melumpuhkan mangsa.

Di tengah suasana genting, Ama Ifan, Reliaman dan Ama Boyi, melihat Ama Tebi mendapat serangan dadakan segera memberikan pertolongan. Menggunakan tombak penusuk ikan, tiga nelayan itu balik menyerang buaya untuk menyelamatkan sang teman. 

Pergumulan tak seimbang di tengah lautan berlangsung dramatis. Teman-teman korban harus bergerak cepat menyelamatkan temannya, sementara mereka juga harus ekstra hati-hati agar tidak melukai temannya sendiri. Konon lagi buaya tak lantas menyerah begitu hujaman tombak mengenai badannya.

Rasa letih bergumul melawan buaya dengan napas terbatas di dalam air terbayar lunas. Berkat keberanian mereka, buaya berhasil dihalau. Binatang buas itu melepaskan Ama Tebi dari mulutnya, setelah ujung tombak mengenai badannya. “Buaya melepaskan. Setelah korban dibantu teman-temannya menggunakan tombak ikan, melawan buaya,” kata Ama Fince tetangga korban di Ujung Sialit, saat dihubungi dari Singkil, Rabu (10/10) pagi.

Setelah berhasil diselamatkan, korban yang mengalami luka parah di bagian kepala, wajah dan telinga dibawa pulang ke Ujung Sialit, menggunakan sampan. Di sana Ama Tebi mendapat pertolongan medis dari petugas yang ada di Desa tersebut. “Korban selamat, cuman lukanya parah mulai dari kepala, muka dan telinga,” ujar Ama Fince.

Sebelumnya Taufik anggota DPRK Aceh Singkil, yang pertama kali menginformasikan peristiwa tersebut mengatakan, korban bersama tiga rekannya naik satu perahu menuju perairan sekitar Pulau Matahari. Sampai di lokasi tanpa menggunakan alat bantu pernapasan langsung menyelam mencari ikan. “Korban diterkam buaya saat menyelam tanpa peralatan bersama kawannya,” kata anggota DPRK asal Pulau Banyak Barat tersebut.

Taufik mendesak Pemkab Aceh Singkil, memberikan perhatian serius terhadap keselamatan nelayan di daerahnya. Mengingat nelayan yang menjadi korban terkaman buaya saat mencari nafkah di laut sudah berulang kali terjadi.(de)

Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site