ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tamiang

Ping Gadis Sekelas, Siswa SMA Dibogem Anak SMP

Jumat, 28 September 2018 11:32 WIB
KUALASIMPANG - Seorang pelajar SMP di Aceh Tamiang dilaporkan ke Polsek Karangbaru atas tuduhan penganiayaan terhadap pelajar SMA. Korban mengaku insiden pemukulan itu sebagai efek dari asmara sesama ABG.

R (16) pelajar kelas dua SMA di Aceh Tamiang mendatangi Polsek Karangbaru dengan wajah memar di kening dan pipi kanan, Kamis (27/9) sore. Didampingi kedua orangtuanya, korban mengaku dikeroyok dua remaja, Y dan F. Y menurutnya merupakan pelajar SMP, sedangkan F pelajar SMA.

Penganiayaan ini terjadi di sebuah lapangan futsal di Kampung Dalam, Kecamatan Karangbaru. “Kejadiannya pas pulang sekolah tadi, di lapangan futsal,” kata R.

Korban memastikan mengenal kedua pelaku yang membuat wajahnya memar ibarat kalah duel tinju. Bahkan Y yang masih terhitung siswa SMP itu diakui R punya hubungan spesial dengan gadis yang merupakan teman sekelas R.

Kasus ini bermula ketika R, yang baru saja terpilih sebagai ketua kelas mengirim pesan “ping” kepada wanita teman sekelasnya melalui aplikasi media sosial. Maksud pesan itu kata R hanya untuk memastikan kondisi sang gadis karena saat itu bolos sekolah. “Saya cuma penasaran kok dia gak sekolah, tapi Instagramnya aktif. Makanya saya ping,” jelasnya.

Namun pesan pendek itu dibalas rentetan pesan berisi kalimat makian dan ancaman. Setelah diselidiki, ternyata yang membalas pesan itu Y, yang ditengarai punya kaitan asmara dengan gadis teman sekelas R.

Situasi pun semakin memburuk hingga akhirnya Y membawa seniornya F mencari Y untuk melakukan pembalasan.

Pihak Polsek Karangbaru terhitung bijak menanggapi kasus ini. Polisi menganjurkan orang tua korban melakukan mediasi dengan pihak pelaku melalui keuchik atau datok penghulu. “Pihak yang bersengketa masih di bawah umur dan masih aktif sekolah. Sebaiknya dilakukan mediasi,” kata petugas yang ditemui korban.

Orang tua korban sendiri beralasan menempuh jalur hukum hanya untuk memberi efek jera terhadap para pelaku. “Tidak ada maksud kami memasukkan pelaku ke penjara, tapi harus ada efek jera. Dan satu lagi, biar anak-anak sekolah tidak terlibat asmara, apalagi masih SMP,” ujar ibu korban sedikit emosi.(mad)

Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site