ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / lhokseumawe

Terpidana Cambuk Menangis dan Sempat Tolak Dicambuk Lagi

Jumat, 6 Juli 2018 10:50 WIB
LHOKSEUIMAWE - Gamar Bulan, satu dari enam terpidana cambuk dalam perkara zina terus menangis, bahkan sempat menolak dilanjutkan eksekusi cambuk terhadap dirinya. Hal itu terjadi saat proses eksekusi hukuman cambuk berlangsung di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe, Kamis (5/7).

Proses cambuk pertama dilakukan terhadap Sylvia sebanyak 37 kali. Meskipun sempat dia minta berhenti beberapa kali dengan mengangkat tangan, proses cambuk tetap berjalan lancar hingga selesai. Setelah itu, jaksa menghadirkan Gamar Bulan. Saat memasuki tempat eksekusi, dia sudah terlihat menangis. Tapi saat menyatakan sudah siap, eksekusi untuk 37 kali cambuk dimulai. Saat memasuki cambuk ke tujuh, dia langsung minta berhenti, sambil menangis.

Setelah ditenangkan petugas, eksekusi dilanjutkan. Tapi, pada hitungan 12, dia langsung minta berhenti lagi. Saat personil WH wanita datang, dia langsung memeluk sambil menangis dan menyatakan tidak mau dicambuk lagi. Setelah diminta untuk tetap melanjutkan eksekusi, dan Gamar Bulan tetap tidak siap, maka dia pun dikeluarkan dari lokasi cambuk.

Cambuk dilanjutkan ke terpidana ketiga atas nama Edi. Meskipun sempat sebentar-sebentar mengangkat tangan untuk meminta algojo berhenti sementara mencambuk, prosesnya tetap tuntas hingga 37 kali.

Terpidana keempat, Parlindungan, meski dicambuk 37 kali, proses lancar tanpa minta berhenti sekalipun. Terpidana kelima, Masrijal, yang dicambuk sebanyak 22 kali. Dia sempat minta berhenti pada hitungan 7, 11 dan 15 atau sebanyak tiga kali. Lalu, terpidana keenam, Fauziah, yang harus menjalani cambuk sebanyak 22 kali. Meskipun dia menangis, dan sempat minta berhenti sebanyak tiga kali, yakni hitungan 8, 14, dan 18, prosesnya tetap tuntas.

Setelah semuanya selesai dicambuk, maka jaksa kembali menghadirkan Gamar Bulan. Awalnya dia tetap menolak sambil terus menangis. Setelah dirayu oleh sejumlah petugas sekitar 10 menit, dia pun mau untuk dicambuk kembali. Tapi kondisi yang sama terus berulang beberapa kali.

Karena baru beberapa kali cambukan saja, dia langsung menolak dicambuk kembali, hingga harus dirayu lagi. Hampir satu jam kemudian, proses cambuk terhadap Gamar Bulan pun tuntas yang diiringi sorakan masyarakat yang menonton.

Kajari Lhokseumawe M Ali Akbar, menyebutkan, setelah selesai dieksekusi, maka bagi enam terpidana yang selama ini ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas II Lhokseumawe langsung dibebaskan.

Terkait pelaksanaan di Stadion Tuans Bangsa untuk pertama kali ini (dulunya di Halaman Masjid Agung Islamic Center), menurut Kajari, dalam aturan disebutkan, kalau anak yang berumur di bawah 18 tahun tidak boleh menyaksikan prosesi cambuk. Jadi, dengan digelar di Stadion Tuans Bangsa, petugas akan lebih mudah menjaga agar anak-anak tidak ikut menonton.(bah)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site