ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Penangkapan Trio Perampok Diwarnai Tembakan

Senin, 7 Mei 2018 12:24 WIB
MEDAN - Personil Polsek Delitua menangkap tiga tersangka kasus perampokan disertai penyekapan di Perumah Griya Karya Jaya, Medan Johor, Jumat (4/5) dini hari. Satu tersangka yang mencoba melarikan diri dilumpuhkan dengan timah panas.

Ketiga tersangka, Hardian Nasution alias Ilham Dani Nasution alias Ambo (25) dan Syahputra alias Gidok (27), keduanya sebagai eksekutor yang berdomisili tak jauh dari rumah korban, serta Ayu Lestari (33) penduduk  Jalan Pertahanan, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, sebagai penadah ditangkap dari dua lokasi, Sabtu (5/5) malam.

Ambo dan Gidok ditangkap saat berada di dalam sebuah warung internet di Jalan Sisingamangaraja, Medan sekira pukul 19.30 WIB. Awalnya kedua tersangka menunjukkan sikap koorperatif. Namun ketika dibawa pengembangan, Ambo mencoba melarikan diri.

Kapolsek Delitua Kompol Bernhard Malau menyebut anggotanya sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara dua kali, namun tidak digubris tersangka. “Sesuai prosedur, anggota melepaskan tembakan terukur ke bagian kaki yang bertujuan melimpahkan,” kata dia.

Tak lama kemudian polisi bergerak ke Patumbak untuk meringkus Ayu Lestari.  Penangkapan ini sendiri terkait laporan Arlina Nasution (59) warga Komplek Griya Karya Jaya, Jalan Karya Jaya, Medan Johor, sehari sebelumnya. Berdasarkan keterangan korban, tersangka Ambo dan Gidok masuk ke rumahnya sekira pukul 02.00 WIB dengan cara membobol plafon belakang. Selanjutnya tersangka merangkak masuk ke bagian dalam dan langsung turun ke ruang tamu. “Tersangka langsung menindih dan menyekap korban Rayati yang pada malam kejadian tidur di ruang tamu,” kata Bernhard.

Kedua tersangka mengancam akan membunuh korban bila menjerit. Setelah mengikat korban, tersangka masuk ke kamar yang dihuni Arlina Nasution. “Korban Arlina juga diancam bunuh dan diikat oleh tersangka,” sambung

Dalam laporannya kepada penyidik, korban mengklaim tersangka membawa kabur kalung emas 10 gram beserta mainannya tiga gram, uang tunai Rp 600 ribu, dua kartu ATM, tiga kalung emas dan satu unit ponsel. Namun dalam penangkapan, polisi hanya barang bukti satu cincin. 

Penyidik masih terus mendalami kasus ini untuk mencari keterlibatan pihak lain. Bahkan kemungkinan adanya peran dari pihak sekuriti perumahan tak terlepas dari penelusuran aparat. 

Namun sejauh ini tersangka membantah ada campur tangan pihak keamanan. Sebelum melancarkan aksinya, tersangka sudah mengawasi aktivitas di rumah korban. Alasan dipilihnya rumah korban karena tersangka tahu penghuninya wanita.(mad)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site