ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / bireuen

Polres Usut Kasus Penipuan Program Rumah Bantuan

Senin, 16 April 2018 14:38 WIB

 BIREUEN - Tim penyidik Polres Bireuen sejak beberapa waktu lalu sampai kemarin terus menyelidiki kasus penipuan program rumah bantuan yang terjadi di Gandapura yang diduga pelakunya seorang pria bernisial Rch Jn yang sekarang alamatnya tidak jelas.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK kepada Serambi mengatakan, mereka telah menerima satu laporan tentang dugaan penipuan program rumah bantuan. “Benar laporan sudah masuk dan sekarang dalam penyelidikan tim Polres Bireuen,” ujar Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK.

Informasi diperoleh Serambi, dari puluhan orang diduga menjadi korban penipuan, salah seorang diantaranya Junaidi warga Cot Puuk Gandapura Bireuen telah menyerahkan uang kepada pelaku Rp 10 juta rupiah dari yang diminta Rp 15 juta.

Sisanya Rp 5 juta lagi akan diserahkan pada saat dimulainya membangun rumah bantuan tersebut selesai. Setelah Junaidi menyerahkan uang ternyata rumah bantuan sampai 7 April belum dibangun dan pelaku tidak bisa dihubungi lagi. “Akhirnya saya membuat laporan resmi ke Polres Bireuen untuk diusut tuntas,” ujar Junaidi.

Beberapa korban lainnya menurut informasi akan segera melapor ke Polres Bireuen menyangkut kasus tersebut, karena jumlah korban telah menyerahkan uang kepada pelaku belum dikembalikan. Kasat Reskrim Polres Bireuen menambahkan, pihaknya akan memanggil sejumlah saksi atas munculnya kasus tersebut.

Sementara itu, dua anggota DPRK Bireuen berasal dari Desa Cot Puuk, Gandapura, Bireuen bernama Ismail Adam dan Yusuf Adam kepada Serambi kemarin mengatakan, mereka sudah mengingatkan kedua orang suruhan serta warga menyangkut akan terjadi penipuan, tapi mereka kurang peduli akhirnya jatuh korban.

“Kami sudah mengingatkan, setiap rumah bantuan pemerintah diawali dari pendataan oleh perangkat desa, camat, tim khusus sampai kepada melengkapi berkas dan usulan, dalam program bantuan tersebut tidak ada pendataan,” ujar M Yusuf Adam yang ditemani Ismail Adam kepada Serambi, Sabtu (14/4). Program rumah bantuan yang disampaikan mereka tidak melalui tahapan semestinya, warga tetap yakin, akhirnya menjadi korban, uang jutaan rupiah melayang.

Awaluddin orang suruhannya juga menjadi korban kepada Serambi mengaku percaya atas omongannya sehingga banyak warga tertipu. “Kami percaya karena omongannya dan tidak ada bukti administrasi yang diperlihatkan rumah dari bantuan mana,” ujar Ridwan menjawab Serambi tentang kenapa tidak meminta bukti adanya bantuan.

Adanya rumah bantuan juga sudah disampaikan kepada kepala desa, kepala desa mengatakan bila bantuan itu benar dan bukan penipuan silakan lanjutkan. “Saya sudah sampaikan ke pak geuchik, kalau bantuan itu benar dilanjutkan, bila bermasalah atau penipuan hentikan,” ujar Ridwan menirukan pesan keuchik Cot Puuk.

Serambi belum memperoleh konfirmasi dengan pria tersebut, HP bernomor 0822461929032 tidak aktif dan alamatnya tidak jelas. “Kami sudah mencari ke sejumlah alamatnya, rekannya dan orang tuanya, pelaku tidak ada lagi,” ujar Ridwan dan Awaluddin. (yus)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site