ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / kutaraja

Nyabu, Dua Oknum Polisi dan Satu PNS Dibekuk

Jumat, 13 April 2018 11:59 WIB

BANDA ACEH - Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Aceh, menangkap dua oknum polisi, masing-masing berinisial U (33) dan H (35) serta seorang oknum PNS Dinas Kesehatan Provinsi Aceh berinisial G (53), saat ketiganya sedang asyik nyabu. Mereka dibekuk saat pesta sabu di Jalan Melur Nomor 11 Desa Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Selasa (3/4) lalu.

Informasi itu disampaikan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Mishabul Munauwar dalam siaran pers di Mapolda Aceh, Kamis (12/4). Dia mengatakan, ketiga tersangka saat ini sudah diamankan berikut dengan barang bukti yang disita. “Barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,17 gram, alat isap dan kaca pirex, dan dua telepon genggam,” kata Misbah.

Menurut Misbah, penangkapan ketiga tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan dan penangkapan oleh personel Ditres Narkoba Polda Aceh. “Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar dan langsung ketiganya ditangkap berikut dengan alat bukti. Sekarang kita tahan guna penyelidikan lebih lanjut,” sebutnya.

Dia menjelaskan, ketiga pelaku selain dikenakan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juga bila terbukti akan dikenakan pasal dalam kode etik profesi Polri atau KEPP, yaitu PP nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dengan Tidak Hormat (PTDH) sebagaimana disebut dalam pasal 12 ayat 1 huruf a. “Dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan menurut pertimbangan pejabat yang berwenang tidak dapat dipertahankan untuk tetap berada dalam dinas kepolisian Negara Republik Indonesia,” kata Misbah.

Berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba oleh anggota Polri di lingkungan Polda Aceh, seluruh personel dan jajaran, kata Misbah, telah menandatangani pakta integritas saat mulai berdinas. Dan, apabila terbukti menyalahgunakan narkoba, maka personel tersebut disebut Misbahul telah melanggar hukum dan melanggar syariat agama. “Sehingga dapat diproses menurut hukum yang berlaku,” pungkasnya.(dan)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site