ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh barat

Warga Kaway Dicakar Rimueng Buloh

Selasa, 13 Maret 2018 12:06 WIB
* Nyasar Masuk Rumah Warga

MEULABOH - Seekor rimueng buloh (harimau kecil-red) masuk ke salah satu rumah warga di Gampong Masjid, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Senin (2/3). Akibatnya, wajah Ramli (45), warga Beureugang, kecamatan sama, dicakar saat berupaya menangkap harimau yang bersembunyi di gudang tersebut.

Menderas kabar, rimueng buloh tersebut masuk pada pagi hari. Ratusan warga memadati rumah milik almarhum Tgk Muslim MS sejak siang hari. Temuan harimau setinggi 40 sentimeter dan panjang 80 sentimeter itu langsung dilaporkan ke staf Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sektor Aceh Barat.

Saat itu juga, staf BKSDA tiba di lokasi dimaksud. Selain itu, turut serta Kadis Lingkungan Hidup Adi Yunanda, Kapolsek Kawai XVI Ipda Andri J, dan Camat Kaway XVI Khairuzadi.

Tim BKSDA berupaya mendatangkan Syarwan, pawang harimau, untuk menangkap rimueng buloh tersebut. Namun, hingga pukul 18.00 WIB kemarin, harimau itu masih bersembunyi di sela-sela tumpukan kayu kosen di gudang rumah tersebut.

Upaya menangkap dengan manual terus dilakukan. Bahkan, seorang warga bernama Ramli yang akrab dipanggil Cekli, juga berupaya membantu menangkap menggunakan tangan kosong. Namun upaya itu membuat harimau ngamuk. Wajah Cekli pubn dicakar sehingga mengeluarkan darah segar di bagian hidung.

Kecuali itu polisi di kecamatan itu juga berkoordinasi dengan staf BKSDA mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan agar tidak jatuh korban jiwa. Termasuk menembak dengan senjata api. Namun, itu tidak dilakukan karena hewan tersebut merupakan satwa dilindungi.

Syarifuddin, pemilik rumah, mengaku harimau kecil tersebut diketahui  pada pagi hari dan sudah diberikan makan ayam. Harimau juga terlihat jinak. Namun demikian, dia melaporkan ke pihak berwajib agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Staf BKSDA Sektor Aceh Barat, Tris Samitra, mengatakan hewan tersebut satu famili dengan harimau. Namnaya kucing emas. Meski demikian keberadaan hewan ini juga bisa mencakar orang sehingga pihak BKSDA berupaya menangkap.

“Bila sudah ditangkap. Kami lihat dulu. Kalau sudah dikarantina, lepas kembali ke habitatnya,” kata dia. Menurut Tris, hewan tersebut termasuk kategori langka.(riz)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site