ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Boy Ambruk di Lapo Tuak, Dikeroyok Empat Orang

Kamis, 11 Januari 2018 16:16 WIB
MEDAN - Tuak, minuman keras khas Batak betul-betul menghancurkan persahabatan lima nelayan di Kabupaten Langkat. Dampak minuman memabukkan ini, menyebabkan satu orang kritis akibat sabetan senjata tajam, sementara empat lainnya tak berani pulang ke rumah karena menjadi buronan polisi.

Nasib naas ini dialami Burhari alias Boy (43), nelayan asal Dusun II, Kecamatan Brandan Barat, Langkat, Selasa (9/1) dini hari. Pria ini mengalami luka cukup mengerikan karena ususnya terburai dan tangan kanan nyaris putus. Setelah sempat dirawat di RS Petamina, Langkat, Boy saat ini sudah dirujuk ke RSUP Adam Malik, Medan.

Kapolsek Pangkalanbrandan AKP JM Sitompul, Rabu (10/1) menjelaskan, korban diniaya empat temannya ketika sama-sama mabuk di warung tuak di Jalan Baru, Seilepan, Langkat. Menurutnya ada empat pelaku yang terlibat pengeroyokan, salah-satunya UC (65) yang menyerang korban dengan senjata tajam. “Setelah mengeroyok korban, seluruh pelaku melarikan diri,” kata Sitompul.

Agung, pemilik warung ketika diperiksa polisi mengatakan awalnya korban bersama empat temannya sesama nelayan terlihat akur menenggak tuak. Sesekali mereka bercanda hingga tertawa sangat keras. Belakangan canda ria itu berubah menjadi gaduh antara Boy dengan UC.

Kegaduhan itu terus berlanjut hingga akhirnya Boy dan UC terlibat adu jotos. Tiga rekan mereka yang melihat baku hantam itu belakangan turun tangan membantu UC. Kekuatan yang tidak berimbang membuat Boy kewalahan hingga sempat lari ke luar warung.

“Namun karena terus dikejar, tidak tahu belindung ke mana, korban masuk lagi ke warung,” teranag Sitompul.

Di dalam warung inilah kemudian UC menyerang Boy menggunakan senjata tajam. Korban dianiaya secara sadis hingga menyebabkan perutnya robek dan tangan kanannya nyaris putus. “Setelah korban tidak berdaya, semua pelaku lari. Korban sudah dirujuk ke Medan,” sambung Sitompul.

Polisi menjadikan pakaian korban berupa kemeja lengan panjang hijau dan celana jins biru penuh bercak darah sebagai barang bukti. Di sisi lain pengejaran terhadap seluruh pelaku masih terus dilakukan dengan melibatkan Polres Langkat.(mad) 

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site