ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Dorong Kendaraan Mahasiswi, Dua Pengangguran Nyaris Tewas

Rabu, 10 Januari 2018 12:52 WIB
MEDAN - Rendi Pratama (21) dan Wili Valentino Manurung (21), mendapat pelajaran berharga kalau mendorong kendaraan tanpa izin pemiliknya ternyata berisiko tinggi. Keduanya bisa saja meregang nyawa bila amukan massa tidak segera dilerai polisi.

Rendi asal Jalan Boromo, Gang Tengah, Medan Area dan Wili penduduk Jalan Elang, Medan Area ini menjadi sansak hidup setelah nekat mencuri Honda Supra X 125 BK 4650 TAI di Jalan Datuk Kabu Gang Adil, Percut Seituan, Deliserdang, Selasa (9/1).

Pemilik kendaraan, Henny Veronika Boru Tambunan (21) awalnya tidak menyadari kalau sepmor yang ia parkir di depan rumahnya itu sudah didorong oleh dua pria tak dikenal.

Mahasiswi ini baru sadar setelah seorang tetangganya melaporkan perbuatan kedua pelaku. Tak ayal laporan itu langsung diteruskan kepada warga lain yang lantas membuat kedua pelaku kocar-kacir. Namun tetap saja upaya melarikan diri itu tidak sukses karena warga yang lebih memahami medan pertikaian, berhasil mengepung tersangka, yang seketika berubah menjadi ajang “pembantaian”.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Pardamean Hutahean mengatakan, kedua pelaku mengalami luka serius akibat diamuk warga secara brutal. Menurutnya kondisi pelaku bisa lebih parah seandainya tidak ada warga yang melaporkan itu kepada polisi. “Kami mengapresiasi warga yang cepat melaporkan aksi pengeroyokan itu. Sangat berisiko, karena aksi main hakim seperti ini bisa menyebabkan kematian,” kata Pardamean.

Meski begitu kedua pelaku tidak perlu lama menjalani perawatan di rumah sakit. Keduanya bersama barang bukti sepmor saat ini sudah diboyong ke Mapolsek Percut Seituan. Untuk sementara Rendi dan Wili bersikeras mengaku khilaf dan tidak pernah merencanakan pencurian itu.

Niat mencuri muncul seketika setelah mereka melihat kendaraan korban parkir di halaman dengan kunci kontak melekat. “Rumahnya sunyi. Coba-coba saja,” kata Rendi.

Untuk membuktikan dirinya benar-benar bukan “pemain”, remaja pengangguran ini mengaku tidak tahu akan menjual ke mana sepmor itu seandainya bisa dikuasai. Dia pun membantah kecurigaan penyidik ketika disinggung uang hasil penjualan sepmor itu untuk membeli narkoba. “Gak pak, kami gak pernah pakai narkoba,” timpal Wili sambil memegangi bibirnya yang masih berdarah.(mad)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site