ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / bireuen

Dua Truk Colt Diesel Terbalik di Bireuen

Sabtu, 30 September 2017 12:37 WIB
BIREUEN - Dua unit truk Colt Diesel terbalik di Bireuen pada dua lokasi terpisah, Jumat (29/9) kemarin. Satu truk terbalik di lintas nasional kawasan Desa Cot Puuk, Gandapura Bireuen sekitar pukul 10.30 WIB. Sedangkan satu unit truk lainnya terbalik di kawasan Desa Pante Baro Kumbang, Peusangan Siblang Krueng pada lintasan jalan alternatif  Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuen.

Informasi diperoleh Prohaba, truk Colt Diesel jenis box BL 8621 AC bermuatan barang kebutuhan bayi, melaju dari arah Lhokseumawe tujuan Samalanga, Bireuen. Namun, setiba di kawasan Desa Cot Puuk hilang kendali karena badan jalan licin dan sedang turun hujan hingga truk terbalik. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Arus lalulintas sempat macet hampir setengah jam karena truk terbalik di atas badan jalan, kernet truk bernama Iskandar (29) warga Krueng Geukuh mengatakan, saat kejadian mobil disopiri oleh Saiful  (25) warga Bireuen dan dalam mobil juga ada Jeki (24). Truk melaju tidak terlalu kencang dari Lhokseumawe ke Samalanga.  

Kecelakan lalulintas diduga akibat badan jalan licin karena sedang turun hujan. Kendaraan hilang kendali dan mobil tergelincir kemudian terbalik posisi miring ke pinggir jalan sebelah kanan, arah mobil kembali berputar ke timur. “Iya jalan sepertinya sangat licin dan sopir hilang kendali kemudian terbalik,” katanya.  

Sementara itu, satu unit truk Colt Diesel dari arah Kutablang Bireuen yang melintasi jalan alternatif terbalik posisi miring ke kiri di kawasan Desa Pante Baro Kumbang, Peusangan Siblah Krueng sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (29/9) kemarin.  Kecelakaan tunggal  pagi kemarin  tidak ada korban jiwa.

Truk terbalik tersebut BL 8575 AD dikemudikan Khairul Razak (28) warga Banda Aceh ditemani Dedi (28) asal Banda Aceh berangkat dari Medan ke Banda Aceh.

Menurut sopir, dalam perjalanan kemarin mungkin dirinya hilang kendali  atau lelah dan masuk parit langsung terbalik. Badan jalan kawasan itu sempit, kemudian tanah birem jalan tidak begitu padat dan mudah turun atau amblas.

Ismail (53) Mukim Simpang Baro, Pante Baro Kumbang dan sejumlah perangkat desa mengatakan, kecelakan sering terjadi di kawasan tersebut, disebabkan di sisi badan jalan ada saluran irigasi dan belum ada talud pengaman jalan. “Sering terjadi kecelakaan di kawasan itu, karena belum ada talud pengaman jalan dipinggir saluran utama sepanjang 1 KM,” ujarnya.

Perangkat desa mengharapkan segera dibangun talud jalan untuk menghindari kecelakaan lalulintas dan saluran tidak cepat rusak.(yus)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site