ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Selangkah Tinggalkan Mapolres, Raja Ditangkap Polisi

Rabu, 15 Maret 2017 15:33 WIB
MEDAN - Kericuhan mewarnai penangkapan Siwaji Raja alias Raja Kalimas, terduga otak pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna, Selasa (14/3). Pasalnya penangkapan dilakukan polisi saat Raja baru saja dibebaskan dari tahanan atas perintah Pengadilan Negeri Medan.

Raut gembira di wajah Raja beserta keluarga yang menjemputnya di Mapolrestabes Medan langsung berubah kecut. Pengusaha tambang batu bara ini langsung ditangkap polisi ketika baru satu langkah meninggalkan pintu gerbang Mapolrestabes Medan.

Sebelumnya sejak bulan lalu, Raja ditahan polisi atas tuduhan terlibat pembunuhan Kuna dengan cara ditembak di depan toko miliknya yang bergerak di bidang pernjualan dan perbaikan senjata ringan dan angin di Jalan Ahmad Yani, Medan Barat, Rabu (18/1) pagi. Namun melalui putusan praperadilan, kemarin, majelis hakim PN Medan memerintahkan polisi membebaskan Raja sekaligus memulihkan nama baiknya karena dinyatakan tidak terlibat pembunuhan Kuna.

Sikap polisi ini menuai protes keras dari kuasa hukum dan puluhan kerabat Raja yang sejak awal sudah datang untuk menjemput kepulangannya. Apalagi tindakan polisi terbilang berlebihan karena langsung menutup pintu gerbang Mapolrestabes Medan untuk mencegah siapapun masuk. “Ini yang kita sesalkan. Sampai-sampai masyarakat yang butuh proses adminstrasi di kepolisian pun terhalang. Mereka tidak punya alasan melarang masyarakat masuk ke dalam, karena ini milik publk,” kata Julheri Sinaga, kuasa hukum Raja.

Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho memastikan penangkapan ini masih berkaitan dengan kasus yang sama. Pasca-putusan hakim, pihaknya langsung melakukan gelar perkara untuk menelusuri siapa dalang pembunuhan Kuna. “Kasus sama. Kita sudah penuhi putusan pengadilan untuk membebaskan yang bersangkutan. Melalui administrasi yang baru, kita temukan keterlibatan dia dan diputuskan untuk menangkapnya,” kata Sandi.

Julheri mengatakan akan melaporkan tindakan Polrestabes Medan ini ke Mabes Polri. “Soal penangkapan sah-sah saja andai ada sprindik baru. Tapi soal pembebasan Raja, jelas sudah lewat satu hari,” jelasnya.

Gelagat polisi yang bakal langsung meringkus Raja sebenarnya sudah tercium sejak pagi. Hal ini telihat dari jumlah personel yang disiagakan di pos jaga dilakukan berlapis. Bahkan Wakapolrestabes Medan AKBP Mahedi Surindra terlihat terus siaga di dalam pos. Ia berulangkali melarang wartawan yang mencoba masuk ke halaman Mapolrestabes Medan.(mad)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site