ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh utara

Larang Angkut Kayu, Warga Langkahan Dibacok

Rabu, 15 Maret 2017 15:38 WIB
LHOKSUKON - Ismail (45) warga Desa Buket Linteung Kecamatan Langkahan Aceh Utara, Senin (13/3) sekitar pukul 15.00 WIB, dibacok di bagian lengan dan lehernya oleh Samad (50) warga Leubok Pusaka, Langkahan. Diduga, pembacokan tersebut karena korban melarang Samad mengeluarkan kayu dari areal yang baru siap land clearing (pembersihan lahan) untuk penanaman karet, yang baru dibuka Dinas Kehutanan Aceh untuk warga trans di kawasan Dusun Seuleumak Desa Leubok Pusaka.

Korban khawatir jika jalan yang baru dibangun warga dengan gotong royong dilintasi mobil angkut kayu akan bertambah rusak.

Informasi yang diperoleh Prohaba, kejadian itu berawal ketika Usman (23) warga Desa Leubok Pusaka sedang mengangkut enam batang kayu olahan dengan menggunakan mobil. Tiba-tiba tak jauh keluar dari kawasan translok tersebut, Ismail menyetop mobil. Pria itu mempertanyakan kepemilikan kayu dan meminta kayu tersebut tidak dibawa keluar dari kebun.

Namun, saat itu Usman menyebutkan, dirinya akan memberitahukan dulu kepada Samad. Tak lama kemudian, Samad pun keluar dari rumahnya setelah mendapat pemberitahuan dari Usman. “Kenapa tak ada pemberitahuan mau bawa keluar kayu,” tanya Ismail.

Namun, Samad menanggapinya dengan emosi, sehingga keduanya sempat berdebat. “Dari pada saya bakar, kan lebih baik saya bawa keluar. Apalagi kita sama-sama warga trans,” jawab Samad. Namun, korban tetap melarang kayu tersebut dibawa keluar dari kebun tersebut. Tapi saat itu, Samad mengancamnya. “Saya bacok kamu,” kata Samad.

Seraya mengeluarkan parang diselipkan di pinggangnya kemudian langsung membacok korban di bagian leher bagian kiri, dan ketika dibacok lagi, korban sempat menahan, sehingga terkena bagian lengan kanannya. “Saat itu korban langsung terjatuh. Sedangkan pelaku langsung kabur ke arah semak-semak belukar. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Petugas sedang memburunya dengan menyisir kawasan hutan di kawasan translok tersebut,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Langkahan Iptu Sudiarno kepada Serambi kemarin.

Disebutkan, petugas sudah menggeledah rumahnya, dan mencari ke kebun, tapi tak berhasil ditemukan. “kami akan terus memburu sampai pelaku tertangkap,” ujar Kapolsek Langakahan.

Sementara itu Keuchik Leubok Pusaka Jaharuddin menyebutkan, korban melarang warga mengeluarkan kayu dari lahan yang baru siap dibersihkan untuk penanaman karet, karena khawatir jalan di kawasan itu akan bertambah rusak. Apalagi warga baru sepekan yang lalu mengadakan gotong royong untuk pembangunan jalan. “Sampai sekarang saya tak tahu keberadaan Samad,” ujar Keuchik.(jaf)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site