ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / kutaraja

YARA Klaim Ada Kejanggalan Kematian Tersangka Sabu

Rabu, 16 November 2016 16:08 WIB
* Kapolres Aceh Timur: Silakan Keluarga Melapor

BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) yang kini mengaku telah menjadi kuasa hukum pihak Murtalamuddin warga Aceh Utara, yang jasadnya ditemukan di aliran Krueng Arakundo, Kecamatan Julok, Aceh Timur beberapa waktu lalu, kemarin, di depan awak media, mengklaim jika kematian Murtalamuddin berbalut kejanggalan.

Sebelumnya, Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyant mengakui jika Murtalamuddin merupakan tersangka kasus sabu. Pria tersebut melarikan diri dari petugas pada Senin (24/10) dini hari, dengan melompat ke aliran Sungai Arakundo.

YARA menengarai jika kematian Murtalamuddin yang jadi tersangka Sabu itu tak wajar. Bahkan pihak YARA menengarai jika almarhum sempat mendapat perlakuan tak layak dari penyidik. 

Direktur YARA, Safaruddin SH dalam konferensi pers tersebut malah secara gamblang menyebutkan nama sebuah kesatuan di polisi yang ia duga punya andil atas kematian Murtalamuddin. “Kita akan cari tahu penyebab kematian Murtalamuddin ini, ada beberapa kejanggalan yang kita temukan dalam kasus ini,” kata Safaruddin. 

Diberitakan sebelumnya, dua penambang pasir di aliran Krueng Arakundo, Gampong Tanjung Tok Blang, Kecamatan Julok, Selasa (25/10) pukul 11.00 WIB, menemukan sesosok mayat yang tak dikenal. Belakangan terungkap, jasad itu adalah Murtalamuddin warga Aceh Utara, yang menurut ketetangan polisi adalah seorang tersangka sabu-sabu. 

Saat itu, Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyant membenarkan,, mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan itu merupakan tersangka kasus sabu bernama Murtalamuddin, warga Aceh Utara. Menurtunya Kapolres kala itu, Pria tersebut melarikan diri dari petugas pada Senin (24/10) dini hari, dengan melompat ke aliran Sungai Arakundo.

Sebelumnya, Murtalamuddin dibekuk Sat Narkoba Polres Aceh Timur, Minggu (23/10) sore di Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk. “Dari dia kita amankan sabu-sabu seberat 30 gram. Ia akan melakukan transaksi di kawasan Krueng Arakundo, dan menyamar sebagai pembeli. Tapi begitu dia kita lepas untuk transaksi, rupanya dia melarikan diri dan lompat ke Sungai Arakundo,” ungkap AKBP Rudi.

Terhadap kasus itu, YARA yang menjadi kuasa hukum keluarga Murtalamuddin telah membuat laporan ke Mapolda Aceh. YARA bersama istri korban, Faridah membuat laporan ke Mapolda Aceh, karena menurut mereka ditemukan sejumlah kejanggalan atas kematian suami kliennya itu.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, yang dikonfirmasi Prohaba, mempersilahkan pihak keluarga korban melalui kuasa hukumnya membuat laporan. “Silahkan saja dia membuat laporan dengan kronologis tersebut. Yang jelas, pembuktian kasus pidana harus merujuk pada pasal 183 dan pasal 184 KUHAP. Anggota Polri juga punya hak untuk pembelaan diri,” ungkap AKBP Rudi Purwiyanto.

Kapolres juga membantah pernyataan YARA yang menduga Murtalamuddin tersangka kasus sabu yang ditangkap petugas Sat Narkoba Polres Aceh Timur, di Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Minggu (23/10), mendapat perlakuan tak wajar dari petugas Sat Narkoba saat pemeriksaan dan penelusuran kasus. “Sesuai keterangan anggota yang ada di tempat kejadian, tersangka saat itu Senin (24/10) dini hari merusak borgol dan melompat keluar mobil selanjutnya lompat ke Sungai Arakundo,” sebutnya.(dan/c49)

Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site