ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / nagan raya

Pencurian Uang Marak, Tuyul Jadi Tertuduh

Jumat, 23 September 2016 15:34 WIB
SUKA MAKMUE - Aksi pencurian uang di seputaran Gampong Simpang Peut Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan marak terjadi dalam dua pekan terakhir. Entah karena cara hilangnya yang dinilai aneh, tiba tiba rumors muncul, bahwa yang jadi tertuduh dalam insiden pencurian uang berantai itu adalah makhluk halus tuyul. Tentu saja sejauh ini tak ada saksi mata yang melihat aksi tuyul yang sebenarnya lebih banyak jadi mitos tersebut.

Informasi yang diterima Prohaba sepanjang Kamis (22/9) siang di Nagan Raya menyebutkan, aksi pencurian berantai itu mengakibatkan warga kehilangan uang tunai dengan total puluhan juta dalam satu malam. “Isu tuyul gentayangan ini sudah sangat meresahkan masyarakat, karena hampir setiap malam pasti ada warga yang kehilangan uang,” kata Sahabuddin Ali selaku Keuchik Gampong Simpang Peuet, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Kamis siang.

Namun Keuchik Sahabuddin juga mengaku tak pernah ada warga yang menyaksikan tuyul itu beroperasi, atau sekadar memergoki aksi sang tuyul.

Menurut informasi yang dia peroleh dari warga setempat, rata-rata warga yang menjadi korban pencurian, kehilangan uang secara perlahan-lahan dengan nominal uang yang dicuri sebesar Rp 100 ribu. “Misalnya ada warga yang menyimpang uang Rp 1 juta atau 5 juta, maka uang yang hilang itu sebesar Rp 500 ribu atau Rp 1 juta, tergantung warga menyimpan uangnya berapa banyak di rumah,” kata Sahabuddin Ali.

Karena kehilangan uang dengan cara meucret cret itulah warga menyimpulkan jika yang jadi tertuduh adalah tuyul. Aksi pencurian itu spontan membuat warga Simpang Peut yang menjadi pusat dagang di Nagan Raya itu, resah berkepanjangan.

Yang membuat isu tuyul makin eksis adalah pengakuan warga bahwa yang disikat sang maling umumnya hanya uang pecahan Rp 100 ribu. Selain pecahan itu, biasanya aman aman saja. Dengan kata lain, maling lebih fokus dengan pecahan Rp 100 ribu.

Entah bagaimana teknisnya, tiba tiba ada warga yang mengklaim jika mereka telah memakai ‘teknik khusus’ untuk mengantisipasi aksi yang mereka klaim oleh tuyul itu.

Selain itu, gara gara aksi pencurian tersebut, warga akhirnya memilih menyimpan uang di bank, bukan lagi ‘di bawah bantal’ seperti selama ini. Namun belum ada laporan yang masuk apakah, uang di bank juga disatroni oleh tuyul? Termasuk apakah pihak bank di Nagan Raya juga memakai pagar anti tuyul untuk mengamankan simpanan nasabah. Entahlaaah.....!!(edi)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site