ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Adu Bacok, Seorang Pria Roboh Bersimbah Darah

Kamis, 8 September 2016 15:16 WIB
MEDAN - Peristiwa berdarah terjadi di Kelurahan Tetehosi II, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara (Sumut). Satu orang roboh setelah adu bacok akibat perselisihan. Korban bernama Sibaya Beni (40), warga Dusun II Desa Hetalu, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, kritis dibacok pria berinisial IB (41), warga Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli.

Korban roboh setelah tengkuknya dibacok menggunakan parang oleh pelaku di teras rumah AB (41), warga Dusun II, Desa Tetehosi II, Kecamatan Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Kasus tersebut saat ini telah ditangani Polsek Gido. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin 5 September 2016.

Duel maut itu muncul karena Sibaya Beni memukuli anaknya yang berinisial KB (15) di rumah pelaku. Saat itu, pelaku IB menegur korban agar tidak memukuli KB di rumahnya. Namun, teguran itu membuat Sibaya Beni tersinggung. Sebelum meninggalkan rumah pelaku, korban sempat mengancam bahwa ia akan kembali lagi. Pelaku yang mendapat firasat buruk, lalu pergi ke rumah abangnya yang berjarak 50 meter dari rumahnya sambil menenteng parang. Kepada abangnya, pelaku menceritakan ancaman yang baru saja disampaikan korban. Belum selesai bercerita, tiba-tiba korban datang sambil membawa pisau. Terjadi lah adu bacok antara Sibaya Beni dengan IB. Sibaya Beni terlebih dulu menghunuskan sebilah pisau ke arah pelaku. Pelaku lalu menghindari tikaman dan membalas dengan membacok tengkuk Sibaya dengan parang. Sibaya pun jatuh bersimbah darah dengan luka menganga di bagian tengkuknya. Usai membacok Sibaya, pelaku IB lalu kabur.

Melihat suaminya telah membacok korban, istri pelaku, Ina Lestari, lalu mendatangi rumah anggota Polsek Gido, Bripka A Bate’e, yang tak jauh dari lokasi dan melaporkan peristiwa tersebut. Kasus itu kemudian diteruskan ke Polsek Gido. Petugas Polsek Gido kemudian datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah mengevakuasi korban ke RSUD Gunungsitoli, petugas kemudian melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kepada pelaku diminta untuk menyerahkan diri di Polsek atau di Polres. Lebih baik pelaku mengikuti proses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” imbau AKBP Bazawato, Rabu (7/9).(*/mad)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site