ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / langsa

Polisi Cokok Komplotan Pengedar Sabu di Kalangan Pelajar

Selasa, 19 Juli 2016 15:19 WIB
LANGSA - Personil Polsek Langsa, Polres Langsa, sukses membongkar sekaligus memberangus komplotan pengedar narkoba jenis sabu sabu (SS) di kalangan pelajar. Komplotan yang terdiri atas empat orang itu, ditengarai mengkhususkan diri untuk memasarkan sabu di kalangan pemakai pemula, yakni pelajar.

Beberapa orang warga yang mengetahui adanya penangkapan itu, berharap polisi menindak tegas komplotan tersebut. Karena mereka telah merusak dan bahkan bisa menghilangkan nyawa kaum remaja. “Jika perbuatan itu terbukti, mereka sah sah saja dihukum mati, karena telah mencekoki para remaja dengan hantu narkoba,” ujar Muslim, seorang warga Kota Langsa, kemarin. 

Wakapolres Langsa, Kompol Andi Kiranan SIK, didampingi Kapolsek Kota, Iptu Agung Wijaya Kusuma SIK, Senin (18/7) mengatakan, mereka yang dicokok secara keseluruhan ada 7 (tujuh) orang, yang dibekuk secara terpisah. Khusus empat orang adalah sindikat pengedar SS di kalangan perlajar.

Empat tersangka pengedar SS di kalangan remaja itu tertangkap dalam waktu bersamaan, Rabu (14/7) dan Kamis (15/7) lalu di rumah masing-masing. Keempatnya punya peran berbeda dalam memasarkan sabu tersebut.

Empat tersangka itu adalah DA (25) serta M (16) keduanya beralamat di Gampong Lengkong, dan SL (21) dan TR (19) keduanya adalah warga Gampong Geudubang Aceh, Kecamatan Langsa Baro, yang ditangkap aparat Polsek Langsa dengan sejumlah barang bukti (BB).

BB yang kini telah diamankan itu diantaranya dua paket sabu seberat 0,36 gram, satu timbangan elektrik, 27 plastik transparan yang digunakan sebagai bungkusan sabu, alat mengisap sabu atau bong, satu unit sepmor Yamaha Mio, dan satu unit Mobil Double Cabin merk Chevrolet. “Kepada penyidik, empat tersangka itu mengaku satu kelompok yang selama ini mengedarkan sabu-sabu di kalangan anak sekolah di Gampong Lengkong maupun sekitarnya. Penangkapan tersangka juga tak terlepas atas laporan warga yang kian resah terkait aktivitas mereka itu,” ujar Wakapolres. 

Kompol Andi Kirana yang baru dua pekan bertugas di Langsa itu menambahkan, sebelumnya dalam kasus berbeda, polisi menangkap tersangka BN (36) beralamat di Gampong Seulalah, yang diduga juga pengedar sabu-sabu ditangkap aparat Polsek Langsa pada malam tanggal 12 Juli lalu di rumahnya. 

Dari tangan tersnagka BN ini ikut disita BB satu paket sabu seberat 0,42 gram, satu unit HP dan satu unit sepmor Honda Revo. Kepada petugas tersangka mengaku memperoleh barang haram itu dari seorang pengedar di Idi, Aceh Timur yang kini masuk dalam DPO.

Sedangkan pada bulan Ramadan lalu tepatnya Rabu (22/6), aparat Polsek Langsa juga berhasil menangkap tersangka SY (28) warga Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro dan BB sabu seberat 0,20 gram. Dua hari kemudian kembali diamankan tersangka SA (45), warga Meurandeh Aceh, Kecamatan Langsa Lama dengan BB sabu seberat 0,50 gram.

Berkaca dari semakin meresahkan peredaran sabu-sabu hingga ke kalangan anak-anak sekolah, Kompol Andi Kirana menambahkan pihak berwajib Polres Langsa akan melakukan langkah-langkah tepat untuk menekan peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda ini.

Langkah utama akan dilakukan adalah sosialisasi tentang bahaya narkoba ke kalangan pelajar di sekolah-sekolah dalam wilayah Pemko Langsa. Pihak Kepolisian terlebih dahulu juga akan membangun koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Langsa, untuk terlaksananya kegiatan tersebut.

Dari Idi, Aceh Timu dilaporkan, Personel Sat Narkoba Polres Aceh Timur, Minggu (17/7), menangkap dua pria yang terlibat dalam tindak pidana narkotika jenis ganja.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto melalui Kasat Narkoba, AKP Ildani Ilyas, menyebutkan, sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu petang, pihaknya terlebih dahulu menangkap MR (47) warga Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. “Dari MR kami sita barang bukti ganja seberat 100 gram yang dibungkus koran dan dimasukkan ke dalam kantong celananya,” ungkap AKP Ildani.

Penangkapan MR jelas, AKP Ildani, berawal dari informasi yang diperoleh pihaknya dari masyarakat yang mengatakan MR sering mengedar ganja di gampong tersebut.

Berdasarkan hasil intrograsi, jelas AKP Ildani, tersangka MR mengaku memperoleh ganja itu dari temannya Kaoy (54) warga Gampong Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. “Pukul 18.15 WIB, Kaoy berhasil kami tangkap, dan kami sita ganja dari rumahnya sebanyak 150 gram yang dibungkus sebanyak 14 paket,” jelas AKP Ildani.

Sementara tersangka Kaoy, ungkap AKP Ildani, mengaku ganja itu diperolehnya dari RM (40) warga Jeunib, Bireun, yang dibeli Rp 800 ribu/kg. “Saat ini RM masih dalam pengejaran kami. Sedangkan, tersangka MR dan Kaoy berserta barang bukti telah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas AKP Ildani.(zb/c49)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site