ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / pidie

Terjatuh Lemarin, Kaki Balita Patah

Senin, 30 Mei 2016 15:45 WIB
SIGLI - Kaki kiri Nuraini (1,3) patah akibat tertimpa lemari ikan kayu setinggi 160 cm dan lebar 100 cm. Peristiwa itu terjadi Senin (17/5), sekira pukul 17.30 WIB di rumahnya di Rheng-rheng, Kecamatan Kembang Tanjung, Pidie. Seketika itu pula, suara tangis balita tersebut pecah.

“Dari panggal pahanya sebelah kiri patah. Hasil rontgen juga tampak patah parah,” ujar Razali (40), ayah kandung Nuraini, saat ditemui Prohaba di Ruang Bedah Wanita RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Minggu (29/5).

Air mata Razali tak terbendung tatkala ia melihat putri bungsunya merintih kesakitan saat ia pulang dari sawah menjelang magrib di hari itu. “Anak saya yang keempat bernama Aminah memberitahukan, adiknya patah kaki ketimpa lemari,” kisah Razali.

Menurut Razali, pada saat peristiwa itu terjadi, lima anaknya termasuk Nurani berada di rumah bersama ibunya, Ernawati. Rumah mereka berkontruksi kayu sederhana dan cukup memprihatinkan.

“Kondisi istri saya kurang sehat. Anak saya kecil-kecil,” kisahnya.

Saat naas itu, Nuraini dibaringkan di lantai sambil bermain dengan kakaknya, Aminah (4). Entah bagaimana, Aminah memasang beberapa kayu menaiki lemari ikan di dalam rumah itu. Saat Aminah memanjat, tiba-tiba lemari itu oleng sehingga rubuh menimpa Nuraini yang berbaring di lantai.

Lantas, tangispun pecah seketika. Bagian tubuh Nurani terjepit dari pinggang ke bawah. Masyarakat yang mengetahui hal itu membantu dan menyelamatkan Nuraini sampai akhirnya ayahnya pulang.

Selama beberapa hari, balita itu dibawa ke pengobatan urut karena keluarga ini kurang mampu. Tapi, tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Nurani diboyong ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli pada Sabtu (28/5) sore, dibantu salah satu LSM.

Saat ditemui Minggu (29/5), kondisi Nurani masih lemah. Cairan infus terus mengucur ke tubuhnya. Luka patahnya masih dibalut perban diberikan penahan kayu. Namun, sang anak terlihat sabar dan mengisap tangan seolah menahan sakit.

“Saya cuma buruh tani. Istri saya juga sakit. Anak saya lima masih kecil-kecil. Untuk makan saja kami sulit. Dengan kejadian ini mudah-mudahan kami diberikan ketabahan,” tutur Razali dengan mata berkaca.(aya)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site