ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tengah

Sweet Seventeen Tragis Eben di Danau Lut Tawar

Jumat, 20 Mei 2016 16:03 WIB
TAKENGON - Naas menimpa salah seorang siswa SMAN 1 Takengon, Yabenezer Crisbinro Simanulang (17) yang akrab disapa Eben, warga Kampung Kuteni Reje, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Remaja belia itu tewas tenggelam di Danau Lut Tawar, Kamis (19/5) sekira pukul 12.30 WIB ketika sedang merayakan hari ulang tahun (ultah) yang ke 17.

Seyogyanya ultah ke-17 sering diklaim sebagai yang paling berkesan, dengan sebutan lazim sweet seventeen. Namun lain halnya dengan Yabanezer, ultah itu ternyata menjadi ultah terakhir bagi remaja tersebut, sebelum ia menuju ke alam sana. 

Diduga, putra bungsu dari pasangan Biher Simanulang dan Rohani Simamora ini, tewas tenggelam setelah dilepaskan oleh teman-temannya di Danau Lut Tawar, tepatnya di kawasan Kala Pasir, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. “Saya dapat kabar, ketika korban sudah berada di IGD RSU Datu Beru, Takengon,” kata salah seorang keluarga korban, Hotman Sinaga yang ditemui di rumah duka komplek Asrama Polisi (Aspol) Takengon.

Menurut Hotman Sinaga, korban yang dikenal dengan panggilan akrab Eben ini, pergi bersama dengan beberapa teman sekolahnya ke kawasan Kala Pasir, untuk merayakan ulang tahunnya. Namun, tidak diketahui persis kronologis tenggelamnya korban di danau itu.

Sepengetahuan Hotman Sinaga, korban Yabenezer Crisbinro Simanulang merupakan sosok remaja yang tidak asing dengan danau karena bisa berenang. Namun naas, korban tenggelam di danau. “Ada yang bilang, waktu itu Eben mengenakan celana jins sehingga sulit untuk berenang,” ujarnya. 

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi mata, korban yang tenggelam di Danau Lut Tawar, dievakuasi oleh sejumlah warga di kawasan Kala Pasir, Kampung Keramat Mupakat. Namun nyawa korban tak lagi tertolong dan langsung dilarikan ke IGD RSU Datu Beru Takengon, guna dilakukan pemeriksaan secara medis. 

Isak tangis menggema di ruangan IGD RSU Datu Beru, Takengon, ketika jenazah korban sedang diperiksa oleh tim medis. Setelah menjalani pemeriksaan, jenazah korban dibawa pulang dan disemayamkan di rumah duka di Komplek Asrama Polisi, Kota Takengon. “Ayah korban sedang dalam perjalanan pulang dari Banda Aceh. Kebetulan, sudah beberapa hari ini, berada di sana dalam rangka tugas,” sebut Hotman Sinaga. 

Paska kejadian, rumah mulai korban ramai dikunjungi warga, tetangga maupun sanak saudaranya. Bahkan, teman-teman sekolah Yabenezer terlihat terus berdatangan dan sebagian diantaranya tak mampu membendung air mata lantaran larut dalam kesedihan. “Padahal, ibunya sudah menyiapkan kado ulang tahun. Tapi belum sempat diterima Eben,” ungkap beberapa warga setempat.(my)       

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site