ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh selatan

Kontraktor Tewas Dibunuh di Lhok Jamin

Kamis, 28 Januari 2016 16:14 WIB
* Leher dan Tangan Kiri Nyaris Putus

TAPAKTUAN - Zaini Arianto (43), warga Gampong Sigleng, Kecamatan Trumon, yang diketahui sebagai kontraktor, Rabu (27/1) sekira pukul 09.20 WIB, ditemukan tewas bersimbah darah di daerah tikungan Gunung Lhok Jamin, Desa Sawah Tingkeum, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

Hari nahas kemarin, almarhum mengendarai sepeda motor (Sepmor) jenis Yamaha V-ixion BL 2556 TT. Jasad korban ditemukan tergeletak di sisi jalan Tapaktuan-Medan, dalam kondisi leher dan tangan kiri nyaris putus. Selain itu juga ada luka tebas tebas di bagian lengan kanan. Usai diotopsi di Puskesmas Bakongan Timur, jenazah korban dibawa pulang untuk dikebumikan di kampung asalnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian naas itu diperkirakan terjadi antara pukul 08 hingga 09 WIB. Korban kala kejadian bepergian sendirian dengan tujuan hendak ke Tapaktuan, untuk kepentingan pengurusan pencairan dana proyek. “Kami tidak tahu perasih kronologi kejadiannya. Kami baru tahu kejadian ini setelah jenazah korban di bawa ke Puskesmas,” kata warga yang berada di Puskesmas Bakongan Timur saat ditanyai, kemarin.

Dia mengaku, kondisi korban saat dibawa ke Puskesmas sudah tidak bernyawa. Di sekujur tubuh korban terdapat bekas luka mengaga akibat sayatan benda tajam. Sadisnya lagi, leher dan tangan kiri korban nyaris putus akibat tebasan benda tajam. “Menurut kondisi jenazah, korban dihantam secara membabi buta oleh pelaku. Sebab leher dan tangan korban nyaris putus, selain itu juga terdapat banyak lula sayatan di tubuh korban,” ungkap warga yang sempat menyaksikan kondisi jenazah korban.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu Darmawanto S.Sos, kemarin, mengakui tentang insiden berdarah itu. Ditambahkan, sejenak menerima informasi kematian itu, pihaknya bersama Kapolsek Bakongan Timur, Iptu Samsuar dan bebetapa anggotanya langsung turun ke lokasi kejadian. “Kasus ini masih dalam proses penyelidilan Polres Aceh Selatan, identitas pelaku sudah kita kantongi dan masih kita buru,” kata Iptu Darmawanto sembari menambahkan hasil olah TKP turut diamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor metic, sandal dan topi milik pelaku.

Dugaan sementara, menurut Kasat Reskrim, aksi tersebut dilakukan oleh satu orang pelaku dengan motif dendam pribadi. “Dugaan sementara dendam pribadi, pelaku diduga satu orang. Namanya sudah terindentifikasi,” jelasnya sembari menambahkan selain sepeda motor, sandal dan topi milil si pelaku, polisi juga berhasil menemukan tas milik korban di belakang rumah pelaku. “Di sepeda motor pelaku juga ditemukan bekas darah,” terangnya seraya menambahkan saat ini pelaku sedang diburu oleh aparat kepolisian.

Sementara itu, Kapolsek Bakongan Timur Iptu Samsuar menjelaskan, kronolgi kejadian itu berawal dari laporan salah seorang warga kepada anggotanya yang bahwa di tikungan Gunung Lhok Jamin terdapat sesosok mayat terkeletak di badan jalan dalam kondisi mengenaskan. “Warga tersebut mengaku tidak tahu siapa pelakunya, dia hanya melihat ada seorang pengendara sepeda motor yang terlihat gugup. Mendapati informasi teraebut kami langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP,” ungkapnya.

Hasil pengembangan sementara, lanjutnya, pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti milik pelaku dan sepeda motor milil korban. Seluruh barang bukti pemula tersebut saat ini diamankan di Mapolres Aceh Selatan. Sedangkan jenazah korban, setelah divisum di Puskesmas Bakongan Timur langsung di bawa pulang ke kampung asalnya untuk dikebumikan.

Kepergian Zaini Arianto secara mengenaskan itu mengundang luka yang mendalam bagi keluarga korban. Mereka tampak menangis histeris saat menjenguk jenazah korban di Puskesmas Bakongan Timur. “Abang Ipar saya tidak ada musuh sama orang,” ungkap Herawati, adik ipar korban saat diyanyai wartawan di Puskesmas Bakongan Timur.

Dia mengaku, korban berangkat sendirian ke Tapaktuan menggunakan sepeda motor dalam rangka menyelesaikan masalah administrasi proyek dan itu sudah menjadi rutinitas korban pulang pergi ke Tapaktuan. “Pakai sepeda motor karena mobilnya sedang diperbaiki di bengkel,” timpal saudara korban lainnya.

Informasi yang diterima, korbam yang dikenal ramah itu meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak. Saat berada di Puskesmas, seluruh keluarganya yang hadir tampak menangis histeris, karena begitu terpukul dengan kematian korban.(tz)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site