ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / kutaraja

Polisi Bongkar Sindikar Spesialis Pembobol Toko

Selasa, 15 Desember 2015 16:25 WIB
BANDA ACEH - Petugas Polisi Resor Kota (Polresta) Banda Aceh bersama Polsek Kuta Alam, sukses membongkar sindikat pembobol dan penjarah toko yang selam ini beraksi di seputaran Peunayong dan Pasar Aceh. Tersangka maling yang dicokok adalah, Muhammad Nasir (24), Kamis (10/12) di Dusun Cot Mane, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen.

Informasi tentang keterlibatan Nasir dalam sejumlah pencurian di Peunayong, Banda Aceh didapat dari keterangan Khairuddin (23), warga Blang Mane, Bireuen. Mitra kerja haram Muhammad Nasir itu, ditangkap sehari sebelumnya, Rabu (9/12), saat hendak mencuri di kantor Bussan Auto Finance (BAF) Beurawe, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH, Senin (14/12) dalam konferensi pers di Polsek Kuta Alam mengatakan, kedua tersangka pelaku yang ditangkap merupakan spesialis pembobol dan penjarah ruko.

Dia menambahkan, dalam beraksi kedua pelaku menggunakan pisau sangkur dan pahat untuk mencongkel pintu toko sasarannya. “Dari kedua pelaku kami amankan 2 pisau sangkur dan 1 pahat. Sedangkan barang curian ada 19 jenis, salah satunya sepeda motor yang dicuri di kantor notaris,” ujar Zulkifli.

Dia menambahkan, sejak beraksi dari Oktober lalu, kawanan pencuri itu telah menjarah sejumlah toko di Banda Aceh, seperti toko pernak-pernik, swalayan, toko pakaian dalam wanita, hingga kantor seorang notaris di Peunayong.

Adapun pencurian di kantor notaris tersebut, kata Zulkifli, dilakukan sendirian oleh Khairuddin. Sepeda motor Yamaha Xeon warna biru merah BL 3574 A milik korban dilaporkan hilang ke Polresta Banda Aceh pada awal Oktober 2015. “Khairuddin sendiri melakukan tiga kali pencurian yaitu di kantor notaris, Rumah Sakit Siwah dan Toko Pioner di Peunayong dalam dua bulan terakhir,” tambahnya.

Kombes Zulkifli mengatakan, kasus tersebut masih dalam pengembangan, sehingga tak menutup kemungkinan ada korban lainnya yang belum terungkap. “Maka dari itu kami imbau kepada masyarakat yang merasa kemalingan, agar melapor ke Polsek Kuta Alam,” ujarnya.  Sementara itu, barang curian yang telah disita polisi dari kedua pelaku bervariasi, mulai dari sepeda motor, handphone, laptop, tas travel, perhiasan, kaca pembesar, parfum, kosmetik, pakaian dalam wanita hingga cemilan (snack), dengan total nilai mencapai seratus juta rupiah. “Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUH, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Zulkifli.(fit)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site