ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tengah

Rumah Warga Kualasimpang dan Takengon Terbakar

Senin, 6 Juli 2015 15:36 WIB
TAKENGON - Pada Minggu (5/7) dinihari, dua unit rumah warga di dua kabupaten terbakar. Peristiwa pertama terjadi sekira pukul 01.00 WIB, di Meurandeh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang. Api memangsa rumah milik Tgk Muhammad (65).

Peristiwa berikutnya terjadi sekira pukul 04.40 WIB, di Penghulu Lah, Kampung Asir-Asir Asia, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah. Lantai dua serta sebagian besar plafon rumah milik M Yakob, dimangsa api. Bahkan, sebagian besar perabot serta satu unit sepeda motor jenis vespa ikut terpanggang. Tak ada korban pada dua kebakaran itu.

Datok Penghulu (Keuchik) Meurandeh, Musliadi, mengatakan saat rumah Muhammad terbakar, warga sekitar sedang terlelap. Tiba-tiba, ada seorang warga yang melihat api di dapur rumah Muhammad.

Warga itupun segera memberitahu pemilik rumah. mendapat kabar itu, Muhammad bersama keluarganya segera menyelamatkan diri. Sekitar 10 menit kemudian, mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Aceh Tamiang tiba di lokasi kejadian. Akan tetapi, armada pemadam kebakaran tidak dapat mendekati rumah terbakar tersebut lantaran tidak bisa melewati jembatan darurat Sungai Meurandeh yang menuju ke desa tersebut.

Akhirnya, warga pun memberikan pertolongan seadanya dengan menyiramkan air menggunakan timba. Upaya itu tak membuahkan hasil. Api dengan cepat membesar dan menyambar rumah berdinding papan itu. “Anak Tgk Muhammad ada 10 orang dan menantu dengan cucunya tujuh orang. Saya harap, Pemkab Tamiang segera membangun rumah duafa untuk keluarga yang beranggotakan 19 orang itu,” pinta Musliadi kepada Prohaba, kemarin.

Sementara rumah milik Yakob terbakar saat menjelang imsak. Sontak, warga di seputar lokasi kejadian berhamburan ke luar rumah. Penduduk setempat pun panik lantaran rumah itu berada di kawasan padat pemukiman. Beruntung, api berhasil dipadamkan sehingga tak merembet ke rumah warga lain.

Pascakejadian, keluarga, sanak saudara, maupun tetangga korban berdatangan ke lokasi kebakaran untuk melihat langsung dampak musibah itu. Sebagian di antaranya ikut membantu membersihkan puing-puing perabotan serta peralatan yang hangus terpanggang di dalam rumah. 

M Yacob tampak termenung di samping garasi mobil rumahnya yang selamat dari amukan api. Sesekali, beberapa tetangga menanyai kronologi kejadian sembari menghibur Yakob. “Kalau mau foto, silakan aja ambil dari atas. Karena di lantai dua paling parah rusaknya,” kata Yacob kepada Prohaba, kemarin.

ak hanya itu, bagian atas rumah berkontruksi papan sehingga lantai duanya ludes terbakar. Sedangkan untuk bangunan utama, terdiri dari konstruksi beton sehingga hanya plafon rumah yang sempat dilahap si jago merah, sebelum akhirnya api berhasil dipadamkan.

“Asal api dari lantai dua. Makanya di atas habis semua terbakar. Tahunya kami terbakar, melihat plafon rumah ada yang jatuh ke lantai,” ujar papar Yacob.

Mengetahui kobaran api telah melahap lantai dua, Yacob berusaha untuk menyelamatkan keluarga dan sejumlah harta benda di dalam rumah. Hanya mobil yang diparkir di garasi serta kompor gas yang berhasil diselamatkan. “Setelah saya sempat mengeluarkan mobil dari garasi, saya cabut gas dari dapur supaya tidak meledak. Tapi untuk beberapa barang lain, tidak bisa lagi diselamatkan karena asap sudah mengepul di dalam rumah,” tuturnya.

Selain pemilik rumah, warga setempat mencoba membantu memadamkan api di lantai dua. Menggunakan alat seadanya, warga berusaha keras menjinakkan sijago merah. Namun, api baru bisa dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. “Penyebabnya diduga karena konsleting listrik,” pungkas Yacob.(md/my)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site