ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Tiga Kurir Narkoba Dituntut Mati

Kamis, 28 Mei 2015 15:39 WIB
* Warga Aceh Divonis Mati

MEDAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan menuntut mati tiga kurir narkoba dalam persidangan di PN Medan yang digelar Rabu (27/5) sore. Perbuatan ketiganya dianggap mengancam merusak generasi muda karena kedapatan membawa sabu-sabu 25 kilogram dan 30 ribu butir. 

Tuntutan mati ini diberikan kepada Hamri Prayoga (33), Rahmat Suwito (31) dan Ramlan Siregar (48). JPU Yunitri Sagala menilai perbuatan ketiganya telah merusak program pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba. Dalam kasus ini jaksa menjerat ketiganya dengan Pasal 114 Ayat (2) junchto Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. “Menjatuhi terdakwa dengan hukuman pidana mati,” kata Yunitri. 

Dalam dakwaan dijelaskan ketiga terdakwa ditangkap terpisah pada 11 dan 12 September 2014. Dari ketiganya disita sabu-sabu 25 kilogram dan pil ekstasi 30 ribu butir seberat 10 kilogram. Kasus ini terungkap dari penangkapan Hendra Gunawan (32), oknum PNS dengan barang bukti sabu-sabu 0,5 gram. Dalam pengembangan inilah kemudian petugas berhasil meringkus ketiga terdakwa. 

Majelis hakim yang diketuai Aksir kemudian menunda sidang hingga pekan depan untuk mendengarkan pembelaan terdakwa. “Terdakwa diberikan waktu seminggu ya. Tolong disiapkan pembelaannya,” tutur Aksir.

Sebelumnya PN Stabat memvonis mati Furqon Yanuar (22) asal Desa Pinyomakmur, Muarabaru, Aceh Utara karena menyelundupkan sabu-sabu 2,8 kilogram ke Sumut. 

Vonis mati itu dibacakan hakim ketua Sohe Selasa (26/5) lalu. Hakim berpendapat tindakan terdakwa telah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.  Putusan ini sendiri lebih berat dari tuntutan JPU Boston Robert Siahaan dengan menjerat terdakwa hukuman 19 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. 

Terdakwa ditangkap dalam sebuah razia lalu lintas Polres Langkat di Jalan Zainul Arifin, Stabat, Langkat, 18 Oktober 2014. Dalam penggeledahan itu polisi menemukan empat bungkusan berisi sabu-sabu yang disembunyikan dalam tas. Terdakwa sendiri membantah tidak tahu isi tas itu karena titipan pamannya di Bireuen. (mad)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site