ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / pidie

Tujuh Penjudi Dicambuk di Halaman Masjid

Kamis, 21 Mei 2015 15:16 WIB
SIGLI - Sebanyak tujuh orang tervonis kasus maisir (judi) menjalani hukuman cambuk yang digelar di halaman Masjid Agung Alfalah Kota Sigli, Pidie, Rabu (20/5).

Ukubat cambuk itu sesuai Qanun Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Maisir atau Judi. Prosesi cambuk itu disaksikan Kapolres Pidie AKBP Muhajir SIk MH, Asisten II Bidang Kesejahteraan Pidie Maddan SE MSi. Kemudian seratusan masyarakat dan jamaah baru selesai shalat dhuhur pada masjid di jantung kota Sigli itu.

Ke tujuh tervonis cambuk oleh Mahkamah Syar’iyah itu masing-masing dilecut enam sampai delapan kali cambukan dikurangi masa tahanan. Mereka yang dicambuk adalah, Ibrahim Alibasyah (37), Muhajir Gade Salam (22), Mujtahidin Zakaria. Mereka tercatat warga Gampong Krueng Reubee, Kecamatan Delima, Pidie.

Selanjutnya, Faisal Arahman (23) warga Gampong Kumbang Reubee, Delima, Pidie. Kemudian, Budi Ramadhan Banta (35) warga Gampong Jawa, Kutaraja, Banda Aceh.

Sedangkan dua dicambuk berikutnya adalah Saiful Bahri Adnan (33) warga Balee Baroh, Indra Jaya. Dan Syahrizal Ali Basyah (50) warga Lueng Mesjid Kecamatan Peukan Baro, Pidie.

Kepala Satuan Polisi Syariah dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Kabupaten Pidie, Sabaruddin mengatakan, Mahkamah Syariah telah memutuskan ketujuh terpidana melanggar Qanun Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Maisir atau Judi dan dihukum cambuk enam sampai delapan dikurangi masa tahanan.

Kapolres Pidie, AKBP Muhajir Sik MH dimintai tanggapan seusai pelaksanaan hukum cambuk mengatakan, akan terasa kurang efek jera pada tervonis jika pelaksanaan cambuk minim dihadiri masyarakat.

Dia menyarankan, supaya sebelum dieksekusi dihadirkan warga lebih ramai guna melihat langsung bagaimana pelaku judi dicambuk. “Dengan begitu warga lain akan mengambil hikmah sehingga tidak mau melakukan hal begitu,” ujar Kapolres.

Sementara dari Blang kejeren dilaporkan, hari ini (Kamis (21/5) menjelang siang akan dilaksanakan hukuman cambuk kepada pelaku pelanggaran syariat islam di Kabupaten Gayo Lues (Galus). Acara itu dipuatkan di Lapangan Pancasila Blangkejeren, dan kegiatan itu difasilitasi oleh kantor Satpol PP/WH Galus bekerjasama dengan intansi terkait lainnya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari beberapa sumber, pelaku pelanggaran syariat islam yang akan dihukum  cambuk berjumlah 10 orang masing-masing dari kasus maisir (judi) dan kasus khalwat (mesum/zina) sepanjang tahun 2015 tersebut.

Bahkan Algojo sebagai hakim pemberi hukuman cambuk terhadap pelaku tersebut adalah petugas dari Polisi Syariat Islam dalam hal ini WH kabupaten tersebut. Kegiatan itu dilaporkan akan dihadiri oleh pejabat Galus dan masyarakat, serta berlangsung di tempat terbuka. 

Kajari Blangkejeren, M Husein Admaja, SH, Rabu (20/5) mengatakan, hari ini (Kamis 21/5) ada  sekitar 10 pelaku maisir dan khalwat di hukum cambuk di kabupaten tersebut. Para pelaku pelanggaran syariat islam itu mayoritas pelaku kasus maisir.(aya/c40)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site