ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / langsa

Buruh Batako Ambruk Disangkur Oknum Polisi

Jumat, 15 Mei 2015 15:37 WIB
* Berawal Saling Tatap 

LANGSA - Seorang buruh cetak batako, Suheri (44), Lorong Bahagia, Gampong Geudubang Jawa, Kecamatan Langsa Baro, Kamis (14/5) sore, kritis disangkur oknum polisi Bripka FR yang juga anggota Polres Langsa, setelah keduanya terlibat baku pukul ala gladiator. 

Disebut-sebut kasus itu hanya gara-gara selisih paham, sejenak saling lihat (tatapan muka) dan berunjung cekcok. Keduanya terhitung bertetangga, karena kediamannya hanya terpaut berapa puluh meter saja. Beruntung saat perkelahian terjadi, warga sekitar langsung datang dan memisahkan keduanya. 

Suheri yang memiliki anak tiga dan sudah pisah dengan istrinya, selama ini bekerja sebagai pencetak batako di salah satu usaha percetakan di gampong setempat. Selama ini pula korban tinggal di sebuah gubuk milik usaha percetakan batako itu.

Perkelahian keduanya terhitung tak berimbang, karena oknum Polisi FR menggunakan sangkur, sedangkan korban tampil dengan tangan kosong. Akibatnya, korban menderita luka di sejumlah bagian tubuhnya, dan oleh warga setempat langsung dilarikan memakai becak motor ke IGD RSUD Langsa. 

Data dihimpun pihak media, korban mengalami luka sayatan di bagian antara kepala dan dahi sebelah kiri tujuh jahitan, luka di bagian samping perut kiri sekitar 5 cm. Selanjutnya luka tusukan di paha kiri sekitar 5 cm, dan luka sayatan di lenganan kanan pergelangan nadi sepanjang 10 cm. Hingga kemarin malam, korban setelah mendapat penanganan darurat di IGD, kemudian korban dibawa ke ruang operasi RSUD Langsa. 

Keluarga dan warga tampak ramai mendampingi korban Suheri di RSUD, termasuk Kapolres Langsa, AKBP Sunarya SIk, didampingi Waka Polres, Kompol Hadi Saepul Rahman SIK, Kabag Ops, AKP Jatmiko, dan sejumlah anggota Polres lainnya yang datang melihat kondisi korban. Oknum Polisi berinisial Bripka FR tersebut selama ini bertugas di Polsek Kota Polres Langsa. 

Kapolres Langsa, AKBP Sunarya SIK, saat ditemui di RSUD Langsa, tadi malam mengatakan, kasus tersebut sedang dalam penanganan pihaknya. Sementara oknum polisi Bripka FR, sudah diamankan di Mapolres Langsa, termasuk barang bukti (BB) sangkur milik oknum Polisi dimaksud. 

Menurut Kapolres, pihaknya juga sedang mengambil keterangan sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut. Sedangkan Bripka FR sedang menjalani pemeriksaan tim penyidik. Dari keterangan awal Bripka FR, dia membela diri dari serangan korban. 

Walaupun demikian, kata Kapolres, oknum Polisi Bripka FR bersalah karena menggunakan senjata tajam. Sementara korban Suheri, hingga tadi malam belum dapat diambil keterangan karena masih dirawat intensif di RSUD Langsa, akibat luka tusukan sangkur tersebut.

Pihaknya belum bisa menyimpulkan perkara itu, karena kini pihak berwajib sedang mengumpulkan keterangan para saksi termasuk korban, dan bukti-bukti lainnya di lapangan atas kejadian berdarah tersebut.

“Saya tidak akan menutup-nutupi kasus ini, jika memang anak buah saya yang salah, dia tetap diproses sesuai hukum. Kita tunggu saja hasil penyelidikan, apalagi korban belum bisa diambil keterangannya,” imbuh AKBP Sunarya didampingi Wakapolres Kompol Hadi Saepul Rahman SIK.(zb)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site