ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh barat daya

Pergi ke Kenduri, Rumah Diamuk Api

Selasa, 12 Mei 2015 15:57 WIB
* 20 Karung Gabah, Mesin Robin dan Mesin Pemotong Kayu Terbakar

BLANGPIDIE - Rumah berkonstruksi kayu milik warga Kuta Kuala, Keude Baro, Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya), Marjuni (58), Sabtu (9/5) malam, musnah dilalap api.

Saat kebakaran, seluruh penghuni rumah tengah pergi ke kenduri di tempat tetangga. Tiba-tiba, api keluar dari rumah dimaksud. Seluruh harta benda ludes dimangsa. Akibatnya, tiga anggota keluarga kehilangan tempat tinggal.

Di rumah panggung itu, Marjuni tinggal bersama istrinya, Nurainah (48) dan seorang anak yatim, Nurma (16) yang masih duduk di bangku SMP 3 Kuala Batee.

Setelah menerima informasi tersebut sekira pukul 22.15 WIB, Ketua DPRK Abdya, Zulkifli Isa segera turun ke lokasi kejadian. Dia pergi bersama Wakil Ketua DPRK Romi Syah Putra, dan Camat Kuala Batee M Tahir SP. Tiba di lokasi, api nyaris habis melumat rumah kayu tersebut.

“Kami secara spontan membantu meringankan korban yang kehilangan seluruh harta benda,” kata Ketua Zulkifli kepada Prohaba, kemarin. Tak hanya itu, Dinas Sosial juga membantu memberikan bahan-bahan bangunan.

Keuchik Keude Baro, Zainun Z, menjelaskan tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan, kecuali baju yang membungkus badan. Menurut dia, hingga kemarin, belum diketahui penyebab kebakaran rumah ukuran 6 x 6 meter itu. Bahkan, imbuh dia, rumah yang terbakar itu memang belum dipasang jaringan listrik. Penerangannya pun masih menggunakan lampu teplok.

“Api yang menyala dari dalam ruangan dapur rumah pertama kali diketahui oleh tetangga. Kemudian menjerit minta bantuan warga sekitar,” katanya.

Karena rumah terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar. Warga pun sulit membantu. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, tiba di lokasi ketika rumah yang terbakar nyaris rata dengan tanah. Namun, petugas pemadam, tetap menyiram api yang masih membakar sisa-sisa bangunan rumah.

Menurut Zainun, selain menghanguskan seluruh pakaian, peralatan rumah tangga, dan 20 karung isi 50 kilogram gabah yang baru siap dipanen menjadi abu. “Barang berharga lain yang terbakar adalah satu unit mesin Robin (mesin perahu nelayan) dan satu unit mesin pemotong kayu,” ungkapnya.(nun)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site