ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Lanud Sediakan Beasiswa untuk Anak Korban

Selasa, 12 Mei 2015 15:58 WIB
* Pengunjung Tewas Tertimpa Paramotor

MEDAN - Lanud Soewondo bertanggung jawab atas insiden tewasnya pengunjung Medan Air Show 2015 akibat tertimpa paramotor dengan memberikan beasiswa untuk ketiga anak korban. Diyakini Insiden maut ini akibat perputaran angin yang berubah drastis. 

Tawaran beasiswa ini disampaikan langsung Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Pnb Surya Chandra Siahaan kepada Yunita (47), istri Ali Imran (53) yang tewas tertimpa paramotor, Minggu (10/5) lalu. Diketahui korban meninggalkan tiga anak yang masih duduk di bangku sekolah, masing-masing Ananda Muharlita (11), Nabilah (8), dan Ridho (8 bulan). Hal inilah yang diakui Chandra menarik perhatiannya untuk memberikan garansi pendidikan hingga selesai.   

“Kami (Lanud) punya sekolah mulai SD, SMP hingga SMA. Anak-anak korban merupakan generasi bangsa, ada tanggung jawab kami di situ,” kata Chandra, Senin (11/5). 

Secara pribadi Chandra merasakan betul duka yang dialami keluarga korban, khususnya istri korban yang kehilangan tulang punggung keluarga. Makanya kata dia, sampai saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan panitia Medan Air Show untuk mencari solusi lain. 

Dalam kesempatan itu, Chandra menyampaikan hasil investigasi awal mengenai kecelakaan yang terjadi di hari terakhir pameran kedirgantaraan itu. Ia memastikan Bayu, atlet paralayang yang mengoperasikan paramotor sudah memiliki kualifikasi sangat baik. Ketika itu Bayu terbang dalam ketinggian cukup aman, yakni sekira 10 meter. 

“Posisinya cukup aman. Dan dia merupakan atlet paralayang kami yang cukup baik,” lanjut Chandra. 

Namun secara tiba-tiba terjadi perputaran angin yang cukup kencang hingga merubah arah terbang Bayu. Di sini kata Chandra, Bayu menunjukkan kualitasnya dengan mematikan engine dan kemudian memilih sasaran jatuh di tempat kosong.

“Dia kemudian memutuskan jatuh di dekat tenda. Awalnya diduga kosong, ternyata korban bersama tiga putra-putrinya ada di situ. Jadi kita tidak bisa melawan takdir tuhan,” tandasnya. 

Akibat hantaman itu korban terluka parah di kepala, dan sempat dirawat di RS Siloam. Namun beberapa jam kemudian ia menghembuskan nafas terakhir. Jasad korban kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan Puri, Gang Sawo, Medan untuk selanjutnya dimakamkan pada Senin (11/5) siang. (mad)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site