ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh barat

Gadis ABG Kemili Tewas Harakiri

Kamis, 26 Maret 2015 15:56 WIB
TAKENGON - Seorang gadis anak baru gede (ABG) warga Dusun Kemala Pangkat, Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Syafara Rizki Fitri (17) ditemukan tewas tergantung di kamar tidurnya, Rabu (25/3) pagi, sekira pukul 10.00 WIB. Belum diketahui penyebab kematian pasti gadis yang duduk di bangku Kelas III SMAN 1 Takengon ini.

Namun berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian setempat, berat dugaan korban tewas karena gantung diri. Dugaan bunuh diri atau harakiri di kamar tidur itu berdasarkan ciri-ciri kondisi korban. “Penyebabnya belum diketahui, cuma melihat ciri-cirinya, seperti bentuk lidah maupun tangan korban yang mengepal diduga kuat kasus ini, merupakan aksi bunuh diri,” kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan melalui Kasat Reskrimnya, AKP Raja Gunawan, Rabu (25/3) kepada wartawan.  

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, sebelum korban ditemukan tewas tergantung oleh orang tuanya, Syafara Rizki Fitri dilaporkan tidak masuk sekolah, padahal ujian sedang berlangsung. Karena tidak muncul ke sekolah, pihak sekolah langsung menghubungi orang tua korban. Setelah menerima laporan dari sekolah, ayah korban, Bakri, berusaha mencari putrinya yang tidak masuk sekolah.        

Alhasil, Bakri menemukan anaknya dalam kondisi tergantung menggunakan selendang di kamar tidurnya. Melihat kondisi Syafara sudah tidak bernyawa, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat. “Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan selendang berwarna biru dongker ke bagian lehernya. Sedangkan, untuk alas ia menggunakan kursi. Benda ini kita amankan untuk dijadikan barang bukti (BB),” jelas Raja Gunawan.

Menurut Kasat Reskrim ini, setelah dilakukan olah TKP, pihaknya dengan disaksikan keluarga korban serta aparatur kampung langsung membawa korban ke RSU Datu Beru Takengon, guna keperluan visum. “Setelah visum selesai, korban langsung dikembalikan ke rumah duka untuk dikebumikan,” pungkasnya.  

Kematian tragis siswi kelas III SMA ini, sontak menjadi buah bibir masyarakat di kota dingin itu. Pasalnya, beberapa hari lalu, warga Kota Takengon, dihebohkan dengan kasus pembunuhan yang menimpa seorang wanita yang berprofesi sebagai Kepala Pegadaian Cabang Takengon. Belum lepas dari ingatan warga, muncul lagi kasus bunuh diri dengan korban seorang gadis remaja.(my)  


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site