ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / lhokseumawe

Lupa Cabut Kartu ATM, Rp 20 Juta Lewong

Selasa, 17 Maret 2015 15:50 WIB
* Satu Pelaku Ditangkap

LHOKSEUMAWE – Sebuah pelajaran mahal untuk kaum pelupa. Dewi Darmawati (40) seorang ibu rumah tangga dari Bireuen, harus merelakan uangnya Rp 20 juta raib, hanya gara gara lupa mencabut kembali kartu debet atau kartu ATM, sejenak menarik uang dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI di Jalan Iskandar Muda Lhokseumawe.

Insiden itu terjadi 23 Februari 2015 lalu, namun baru, Senin (16/3), diungkapkan pihak kepolisian yang kini sedang menangani kasus tersebut. Seorang pelaku utama dalam kasus pengurasan uang milik Dewi Darmawati melalui ATM BNI itu, sejak sepekan terakhir dinyatakan buron. Polisi hanya berhasil menangkap satu orang, setelah mendapatkan bukti melalui rekaman CCTV di boks ATM.

Tersangka yang berhasil dicokok polisi adalah, Sa (31) warga Cunda, karena ikut membantu mencairkan uang hasil curian tersebut, dan kini masih ditahan di sel Mapolsek Banda Sakti.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Hutomo, melalui Kapolsek Banda Sakti AKP Ichsan, Senin (16/3) menjelaskan, kejadian ini berawal ketika korban pada 23 Februari siang, mendatangi boks ATM BNI dengan tujuan mentransfer uang untuk membayar biaya pembuatan paspor. Usai mentransfer uang ke rekening Imigrasi, Dewi langsung keluar dari boks ATM, tanpa menarik kembali kartu ATM.

Baru sekitar pukul 15.00 WIB, dia sadar kalau kartu ATM hilang, sehingga korban langsung mendatangi BNI. Saat dicek, ternyata saldo dia hanya tertinggal Rp 3 juta dari awalnya Rp 23 juta.

Artinya, Rp 20 juta telah raib. Berdasarkan data bank, dana tersebut telah masuk ke sebuah rekening di BNI Syariah milik pelaku. :Selanjutnya korban pun melaporkan kasus itu ke polisi,” ujar AKP Ichsan.

Setelah menerima laporan, polisi mulai melakukan pengembangan, sehingga pada 24 Februari terungkap, kalau pada sore hari pasca kejadian, pelaku utama menyuruh Sa untuk mencairkan dana Rp

10 juta melalui ATM BNI Cunda. Sisanya, Rp 10 juta lagi ditransfer ke rekening BNI kawan lainnya, yang baru dicairkan sehari kemudian. “Sedangkan yang mentransfer ke rekening orang lain juga Sa dan ini terbukti melalui rekaman CCTV,” ulasnya.

Setelah mendapat bukti tersebut, pada 24 Februari sore, polisi berhasil menangkap Sa. Dimana Sa sendiri mendapatkan imbalan atas perannya berupa satu unit handphone dan uang Rp 800 ribu.

Saat ini pihak kepolisian pun telah memintai keterangan tujuh oarng saksi, termasuk pihak BNI Cabang Lhokseumawe dan BNI Syariah Lhokseumawe . “Untuk pelaku utama, saat ini diduga telah lari keluar dari Lhokseumawe. Tapi pastinya tetap akan terus kita buru,” demikian AKP Ichsan.(bah)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.serambinews.com |  

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site