ProHaba.co Mobile
home / donya

Jago Tarung Itu Menjemput Maut di Rumah Ibunya

Jumat, 20 Februari 2015 16:19 WIB
BROOKLYN - Bryan Vetell pulang ke rumah ibunya di Brooklyn, menonton saluran travel di televisi dan kemudian menutup mata untuk selamanya. Vetell (37) adalah petarung MMA (beladiri campuran) kelas berat dengan berat badan hampir mencapai 150 kilogram. Beberapa hari sebelum kematian menjemputnya, ia merasa tidak enak badan dan memeriksakan diri ke dokter. “Ini yang luar biasa. Bila adik saya sampai terpaksa pergi ke dokter, pasti kondisinya sudah sangat parah,” kata kakak perempuannya, Pam Stemberg.

Padahal, Vetell tidak punya catatan medis tentang kondisi jantungnya. Hanya saja, banyak hal yang menjadi petunjuk kemungkinan itu, yakni berat badannya yang berlebih, juga sejarah keluarga karena ayah dan kakeknya meninggal pada usia 40-an karena masalah jantung.

Vetell memang bukan nama besar di arena tarung campuran (mixed martial arts). Ia tidak pernah masuk dalam arena UFC ataupun bertarung menghadapi nama-nama besar di arena ini.

Kalangan MMA mengenal Vettel sebagai bagian dari tim Renzo Gracie dari keluarga Gracie yang legendaris. Dengan sosok yang tinggi besar, banyak yang mengaku “jiper” dengan sosoknya.

“Saat pertama kali bertemu dengannya, saya merasa lebih baik menghindar karena ia memiliki banyak rajah di tubuhnya. Orang seperti ini lebih baik dihindari. Namun, setelah mengenalnya, ia ternyata sangat berbeda,” kata petarung Mike Ciesnolevicz.

Rekan-rekan Vetell, termasuk pelatihnya Gracie, menyebut mereka sudah memperingatkan Vettel soal berat badannya. “Saya ingatkan hal ini tidak baik buat jantungnya, apalagi ayah dan kakeknya meninggal dunia karena itu,” kata Eddie Cardone, seorang petarung MMA. “Saya ingatkan agar dia menjaga berat badannya. Namun, saat tidak berlatih, berat badannya langsung melonjak.”

Dengan bantuan teman-temannya, ia kembali bertarung di arena YAMMA. Namun, ia mengalami kisah tragis saat bercerai dan kemudian mengalami kecelakaan mobil pada 2012 yang membuatnya cedera. Teman-temannya melihat, peristiwa-peristiwa ini membuatnya kehilangan gairah untuk terus bertarung.

Namun, di depan teman-temannya, Vetell tidak pernah ingin terlihat lemah. Kakaknya, Pam, mengenang adiknya sebagai sosok yang selalu berpikir positif, bahkan tentang kondisi jantungnya. Kakeknya meninggal pada usia 43, ayahnya pada usia 41, akibat serangan jantung. “Hei, berarti saya tidak akan mencapai usia 40,” kenang Pam tentang ucapan adiknya.

Gurauan Vetell “terpenuhi”. Malam itu, ibunya melihat Vettel duduk tenang menonton acara televisi. Beberapa saat kemudian, ia melihat anaknya sudah memejamkan mata.(kompas.com)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site