ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tamiang

Putoh Kawat Ekspor Berkeliaran di Tamiang

Selasa, 10 Februari 2015 15:55 WIB
KUALASIMPANG – Sebulan terakhir, putoh kawat (orang gila-red) asal  provinsi Sumatera Utara, marak berkeliaran di Aceh Tamiang. Selain berkeliaran di Kota Kualasimpang, orang gila ekspor ini juga berkeliaran di perkampungan.

Kadis  Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang, Amiruddin Y kepada Serambi, Senin (9/2) mengakui, putoh kawat tersebut berada di lokasi keramaian dengan baju lusuh dan bau tak sedap. Kondisi ini meresahkan warga.

Dari logat, putoh kawat itu menggunakan bahasa batak. Amir menduga, orang gila tersebut sengaja dicampakkan dari provinsi tetangga ke Aceh Tamiang  menggunakan truk pada tengah malam. Namun, Amir tidak menyebutkan truknya.

Terlebih memasuki perbatasan Aceh Tamiang, di kiri-kanan jalan merupakan kebun sawit. Suasananya sepi. Ada informasi, mereka dicampakkan di sekitar itu. Meski sudah pernah menjaring putoh kawat empat tahun lalu, mereka muncul lagi dengan wajah baru.

Menurut Amir, penangannya sulit dituntaskan. Selain rumah sakit jiwa Banda Aceh menolak kiriman pasien pungo tanpa ahli waris bertanggung jawab, kondisi RSJ Aceh over kapasitas.

Selaian itu, Aceh Tamiang belum mempunyai lokasi rehabilitasi ureueng pungoe (orang gila-red). “Memang meresahkan orang gila ini karena ada yang setengah telanjang,” ujarnya kepada Prohaba, kemarin.

Untuk menangani masalah ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol  PP dan RSU Tamiang. Sejak Senin (9/2), Satpol PP mulai menjaring putoh kawat yang berkeliaran di jalan maupun informasi dari warga.

Kasatpol PP Aceh Tamiang, Oki Kurnia, mengaku putoh kawat yang diamankan ada yang mangkal depan pendopo dan sudut–sudut kota. “Jika orang gila tersebut masih ada keluarganya, kami minta agar menjemput untuk dibawa pulang. Namun, jika tidak ada, kami koordinasikan kembali dengan Dinsos Nakertrans Tamiang,” ujarnya.

Kata dia, ada tiga orang dari Sumatera Utara sudah dipulangkan ke daerah asalnya. Biasanya, orang gila keluar d iwaktu siang saat lapar. “Kalau pagi kami cari nggak dapat. Mereka ngumpet,” ungkapnya.(md)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site