ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / kutaraja

Penjambret yang Beraksi di Lebih 25 Lokasi Diringkus

Kamis, 13 November 2014 17:04 WIB
* DPO Pencabulan dan Pencurian Rumah

BANDA ACEH - Rahmad Julianda (18) penjambret yang selama ini paling dicari oleh aparat Polsek Syiah Kuala dan Polresta Banda Aceh, akhirnya tertangkap saat kongkow di sebuah doorsmer, di Jalan Utama Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (6/11) sore.

Remaja itu ditengarai terlibat serangkaian kasus kejahatan, mulai aksi jambret yang diakuinya telah dilakukan lebih 25 kali dalam rentang waktu 2013-2014, serta mengaku membongkar sejumlah rumah kosong di Kecamatan Syiah Kuala. Lalu Rahmad juga pernah dilaporkan terlibat kasus pencabulan yang dilakukan terhadap seorang anak-anak di bawah umur tahun 2013 silam di Gampong Rukoh dan dilaporkan ke Polresta Banda Aceh. “Mulai saat itu Rahmad masuk dalam DPO dan hampir 3 tahun lamanya dia menghilang,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SSTMK SH kepada Prohaba, Rabu (12/11). 

Ia mengatakan, Rahmad ditangkap Jumat (6/11) sore, sekitar pukul 15.30 WIB saat duduk di sebuah doorsmer milik warga Gampong Rukoh. Bersama pelaku saat itu ikut dibawa sepmor jenis Mio Soul milik keluarganya. “Kita juga tidak tahu apa tujuan pelaku berada di sana. Apa sedang mengincar target korban yang akan dia jambret atau apa. Intinya pada saat ditangkap oleh personel Polsek Syiah Kuala yang sedang melaksanakan patroli dalam wilayah, mendapati pelaku sedang duduk di doorsmer tersebut,” ujar Zulkifi.

Kapolsek Syiah Kuala AKP Yusuf Hariadi SH menambahkan, dalam pengakuannya hingga medio 5 November 2014, Rahmad telah melakukan puluhan kali aksi jambret serta kejahatan lainnya yang dilancarkan selama 2013 silam. “Itu jumlah diingat. Belum lagi kasus lainnya yang ia lakukan selama tahun 2013 lalu yang diakuinya mencapai belasan kali, tapi dia lupa dengan lokasinya. Umumnya dari aksi yang dilakukan seorang diri itu, pelaku mayoritas melakukan aksinya di Kecamatan Syiah Kuala, Ulee Kareng, dan Kuta Alam,” kata Yusuf.

Kapolsek Syiah Kuala itu menjelaskan dalam setiap aksinya, Rahmad dikenal lihai dan begitu mengenal target korban yang akan diincarnya yang umumnya perempuan dan menggunakan sepmor jenis metic seperti Mio, Vario dan sejenisnya yang memiliki kantong di samping kap. “Jadi kebiasaan yang kita lihat selama ini banyak kaum perempuan menaruh dompet atau handphonenya di bagian kantong kap sepeda motor maticnya yang berada di sisi kiri dan kanan. Lalu target pelaku, para wanita yang mengenakan tas samping,” ujar Yusuf.

Rahmad juga tidak segan-segan menggunakan kekerasan dengan cara menodong korbannya bila gagal melakukan aksi. “Jadi dari laporan yang kita terima dari para korban, umumnya ketika kita tunjukkan foto Rahmad, mereka mengakui dia pelakunya. Karena itu pula, kami minta kepada seluruh masyarakat yang pernah dijambret di lokasi-lokasi yang kami sebutkan itu bisa melapor ke Polsek Syiah Kuala,” pungkasnya. 

Yusuf menambahkan, dalam setiap aksinya, Rahmad melakukannya sendiri dan menggunakan sepmor milik keluarganya masing-masing jenis Yamaha Jupiter Z warna hitam dan Yamaha Mio Soul hijau. “Pelaku juga resedivis dalam kasus yang sama. Bahkan dia juga menjadi DPO karena pernah mencabul anak-anak di bawah umur di Gampong Rukoh. Sejauh ini kami masih mencari tiga rekannya yang DPO. Mereka juga terlibat serangkaian kasus jambret dan pembongkaran rumah,” demikian Kapolsek Syiah Kuala.(mir)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.serambinews.com |  

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site