ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tengah

Mobil Rombongan Mujule Beru Terjun ke Sawah

Rabu, 5 November 2014 17:06 WIB
* Bocah Lima Tahun Tewas, Penumpang Bertumpahan

TAKENGON - Mobil jenis kijang grand Nopol BL 905 GZ yang mengangkut rombongan mujule beru (rombongan pengantin menuju pesta di rumah pengantin pria), terjun dari badan jalan berketinggian 10 meter ke lembah areal sawah di Kawasan Kuyun, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (4/11), sekira pukul 11.00 WIB.

Musibah itu, merenggut nyawa seorang bocah perempuan berusia lima tahun, Rossi, warga Kampung Linung, Kecamatan Bintang. Seluruh penumpang--termasuk korban Rossi--kecuali Nek Samsiah (80), terlempar keluar mobil ketika ‘kuda besi’ itu terbang dari badan jalan. Sebanyak empat penumpang, termasuk pasangan pengantin, sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya dibolehkan rawat jalan. Pasangan pengantin dikabarkan melanjukan perjalanan ke lokasi pesta.

Empat orang korban yang mengalami luka-luka adalah, Halismatussakdiah (22), Satri (40), Samsiah (80) dan Nurcaya (70). Seluruh korban merupakan warga Kampung Linung, Kecamatan Bintang. Namun, setelah beberapa saat dirawat di rumah sakit, sejumlah korban luka maupun yang meninggal dunia langsung dipulangkan ke kampung halamannya. Hanya tersisa Samsiah yang hingga sore kemarin masih dirawat di rumah sakit. 

Mobil kijang minibus itu, sebelumnya merupakan bagian rombongan pengantar pengantin dari Kampung Linung, Kecamatan Bintang yang hendak menuju ke Kecamatan Celala. Namun setibanya di kawasan Kampung Kuyun, mobil tersebut oleng dan tiba-tiba terjun ke areal sawah sedalam 10 meter dari pinggir jalan.

Menurut penuturan korban Samsiah yang dijumpai Selasa (4/11) sore, mobil naas tersebut, berpenumpang delapan orang. Termasuk, pasangan pengantin baru yang hendak diantar ke Celala. “Waktu mobil sudah terbalik, penumpang lain sudah tidak ada di dalam mobil. Hanya tinggal saya sendiri di dalam mobil itu,” kata nenek berusia 80 tahun ini. 

Dikatakan Samsiah, ia juga tak tahu persis bagaimana mobil tersebut, bisa oleng dan masuk ke dalam sawah. Tetapi beberapa saat sebelum mobil terbalik, sopir Arsaluddin, sempat terlihat membersihkan muntah anaknya sambil menyetir mobil, sehingga mobil tak terkendali dan terbalik serta masuk ke dalam  sawah. “Ketika itu, anaknya duduk di samping sopir. Dan ketika sang anak muntah, sang ayah berusaha untuk membersihkan muntahan itu, tanpa berhenti terlebih dulu,” tutur Samsiah berbahasa Gayo. 

Ditambahkan salah seorang keluarga Samsiah yang ketika itu, sedang berada di ruangan tempat korban laka lantas ini dirawat, korban yang meninggal dunia merupakan putri dari sang sopir mobil naas itu. Ketika kejadian, korban yang meninggal dunia, sempat terpental dari dalam mobil sehingga nyawanya tidak tertolong lagi. “Padahal dalam mobil itu, ada delapan orang. Termasuk pasangan pengantin, tetapi kondisi mereka tidak seberapa parah,” ungkap keluarga korban ini. 

Sementara itu, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan S Ik, melalui Kasat Lantas, AKP Ari Sopandi Paloh, mengatakan, mobil naas yang terbalik ke dalam sawah sudah berhasil dievakuasi. Untuk menarik, mobil tersebut, pihaknnya bekerjasama dengan IOF Aceh Tengah. “Sekitar jam tiga tadi, mobilnya sudah kami tarik. Dalam kejadian ini, seorang penumpang meninggal dunia dan beberapa diantaranya mengalami luka-luka,” jelas Ari Sopandi Paloh. 

Disampaikan Kasat Lantas, melihat kondisi cuaca yang terus diguyur hujan, diharapkan kepada masyarakat untuk dapat lebih waspada ketika berkendara. Disamping itu, warga juga diimbau untuk mengecek kendaraan secara rutin, karena laka lantas yang terjadi, salah satu pemicunya karena kondisi kendaraan yang kurang prima. “Fisik pengemudi juga harus betul-betul baik ketika berkendara. Karena ini, merupakan faktor utama keselamatan ketika berkendara,” pungkasnya.

Kejadian serupa, sebelumnya terjadi di Kawasan ruas Jalan Takengon-Jagong Jeged, tepatnya di kawasan Kampung Linung, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, pada 18 Oktober 2014 lalu. Satu unit mobil bus cendrawasih Nopol BL 7519 ZA, yang membawa rombongan antar pengantin terjun ke dalam jurang sedalam 50 meter. Akibatnya, satu orang penumpang Duriati (50) yang tercatat sebagai warga Peunteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, meninggal dunia di lokasi kejadian.(my/gun) 

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.serambinews.com |  

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site