ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tengah

Delapan Pengedar Sabu Diringkus

Selasa, 23 September 2014 12:59 WIB
* Satu Orang Berstatus Napi

TAKENGON - Sedikitnya delapan orang pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu sabu, diringkus polisi di Aceh, dalam beberapa hari terakhir. Para tersangka narkoba itu dijaring personil Polres Aceh Singkil, Aceh Tengah dan Polresta Banda Aceh.

Dari Aceh Tengah dilaporkan, sedikitnya tiga pengedar narkotika jenis sabu dan ganja, dicokok polisi dataran tinggi Gayo itu, dalam waktu berbeda dan tempat terpisah. Belakangan terungkap jika salah seorang yang dicokok itu masih berstatus narapidana (napi).

Kapolres Aceh Tengah AKBP Dodi Rahmawan Sik, Senin (22/9) mengatakan, ketiga tersangka masing-masing KI (24) warga Pasar Pagi, Kecamatan Lut tawar, BR (23) warga Boom, Lut tawar, dan MI (24 ) warga Belang Kolak, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Tersangka yang ditangkap pada tahap pertama adalah KI dan BR. Berawal dari laporan warga dan kecurigaan terhadap mereka yang saat itu mengendarai mobil jenis Honda CRV, dan polisi menyusun strategi. Selanjutnya Satuan narkoba yang dipimpin Kasat Narkoba Iptu Masri dan Kasatlantas Arie Sofandi Paluh Sehingga Sik mencegat keduanya Senin (8/9) di Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan pukul 12.00 WIB. Saat itu mobil yang dikendarai sedang melintas dari arah Bireuen ke Takengon.

Setelah digeledah, polisi menemukan sembilan paket sabu dan sepuluh paket ganja siap edar. Saat digeledah, benda ini ditemukan dalam bungkus plastik transparan berukuran kecil dan siap untuk diedarkan.

Selanjutnya polisi terus mengembangkan  penyelidikan dengan kemungkinan adanya oknum lain yang terlibat. Kedua tersangka ini “bernyanyi” hingga polisi menangkap MI di rumah rekannya di Belang Kolak Satu, Aceh Tengah.

Setelah ketiganya ditangkap, polisi berhasil mengamankan barang bukti dengan total 19 paket yang  terdiri dari 14,5 gram sabu dan ganja 7,7 gram.

Dari informasi yang dihimpun, seorang dari dari ketiga tersangka yakni KI ternyata berstatus napi Rutan Kelas II B Takengon. KI keluar dan mendapat izin dari pihak Rutan dengan alasan sakit.

Menyangkut status KI, Kapolres mengatakan akan koordinasi dengan Kepala Rutan dan menanyakan kenapa bisa diizinkan keluar dengan alasan sakit, padahal yang bersangkutan ternyata cukup sehat dan terbukti melakukan kejahatan.

Ketiga tersangka dibidik dengan pasal 115 ayat 1 jo Pasal 114 jo 112 jo Pasal 111 jo ayat 1, jo Pasal 127 UU/35/2009 Tentang Narkotika. Ancaman bagi pelanggar Undang-Undang ini adalah 4 hingga 20 tahun penjara.

Sementara dari Singkil, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Anang Triarsono, Senin (22/9) mengatakan, pihaknya berhasil menggulung sindikat pengedar narkoba yang ditangkap di empat tempat terpisah. Masing-masing WP (36), IR (24) dan SA (20) ketiganya warga Subulussalam. Seorang lagi yang merupakan pengembangan dari tersangka itu adalah, HS (30) penduduk Singkil.

Narkoba jenis sabu tersebut, dipasok dari Medan, Sumatera Utara menggunakan mobil rental. Untuk mengelabui petugas sabu dikirim dalam kotak berisi sepatu. “Nah di bawah telapak sepatu itulah sabu disimpan. Polisi berhasil mengendusnya berkat informasi dari masyarakat serta hasil pengintaian dan pengembangan dari yang sudah tertangkap sebelumnya,” kata AKBP Anang.  

Polres Aceh Singkil berhasil menggulung empat tersangka pengedar narkoba, setelah menerima informasi dari masyarakat. Dari tangan tersangka sindikat narkoba diamankan paket sabu secara keseluruhan seberat 2,78 gram dan ganja kering setengah kilo.

Dari Banda Aceh dilaporkan, personel Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh menangkap seorang pengedar sabu-sabu berinisial S (26) bersama barang bukti sabu-sabu hampir delapan gram di sebuah rumah makan Gampong Lampoh U Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (21/9) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SSTMK mengatakan, dengan ditangkapnya pria asal Gampong Lhoknga, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya ini, berarti sudah 15 tersangka kasus sabu dan ganja, termasuk pengedarnya ditangkap personel Satuan Narkoba Polresta sejak 16 September 2014 di sejumlah tempat dalam wilayah hukum Polresta.

Adapun tersangka yang ditangkap dua hari lalu itu, kata Kapolres berawal dari informasi masyarakat ke Satuan Narkoba Polresta bahwa ada seorang tersangka diduga menyimpan sabu-sabu, sehingga petugas bergerak ke rumah makan tempat keberadaan pemuda tersebut di kawasan Darussalam. “Saat ditangkap petugas, ternyata benar ia menyimpan tiga bungkus sabu di bagian kaki kirinya yang ditutupi celana panjang. Ia mengaku sabu-sabu itu milik seseorang yang kini orang tersebut sudah kita tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Zulkifli yang belum sebulan menjabat Kapolresta Banda Aceh.

Didampingi Kasat Res Narkoba, Kompol Nazril dan Kasubbag Humas, Ipda Rina Bintar Handayani, Kapolresta menyebutkan tiga bungkus sabu seberat 7,92 gram menurut pengakuan tersangka, setiap satu bungkus seharga Rp 4.600.000. “Perbuatan tersangka melanggar Pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ia kini ditahan di Mapolresta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kapolresta.     

Kapolresta menambahkan dengan penangkapan seorang tersangka yang berprofesi nelayan itu, berati sudah 15 tersangka kasus narkoba, termasuk pengedar ganja dan sabu yang ditangkap dalam delapan hari terakhir ini. Kini semuanya ditahan di Mapolresta. Total barang bukti sabu saja dari para tersangka ini 1 ons tambah 27 paket plus tiga bungkus yang ditangkap dari pria berinisial S itu.(gun/de/sal)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.serambinews.com |  

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site