ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / kutaraja

Polda Musnahkan Narkoba Seharga Rp 5 Miliar

Jumat, 29 Agustus 2014 11:27 WIB
BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi bersama unsur Muspida Aceh dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh, memusnahkan satu ton lebih ganja kering serta satu kilogram lebih sabu-sabu di halaman Kantor Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Aceh, Jeulingke, Banda Aceh, Kamis (28/8). Harga kedua jenis barang haram ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. 

Kapolda dalam sambutannya jelang pemusnahan ini menyebutkan, ganja itu termasuk ribuan batangnya serta bijinya merupakan barang bukti (BB) hasil operasi antik rencong I dan II oleh personel Direktorat Narkoba Polda Aceh yang menemukan puluhan hektare ladang ganja di 30-an titik. “Kemudian ada barang bukti hasil pengungkapan operasional rutin ladang ganja, 12 Februari 2014 di Dusun Lampanah, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar seluas dua hektare dengan jumlah ganja 14 ribu batang. 100 batang di antaranya dibawa ke Mapolda Aceh sebagai barang bukti,” sebut Kapolda.

Kemudian, kata Kapolda, di antara ganja yang dimusnahkan itu, termasuk hasil tangkapan personel Ditnarkoba Polda Aceh sebanyak 640 bal atau 640 kilogram di Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar. Namun, sama seperti pengungkapan ganja dalam jumlah besar sebelumnya itu, dalam kasus ini juga tak ditemukan tersangka. Kecuali pada 17 Juli 2014, petugas menangkap 249 bal ganja bersama tersangka Zulkifli Djafar dan Al Mufardis di Jalan Krueng Raya-Laweung, Seulimuem, Aceh Besar. “Ganja di Aceh, terbanyak di Asia Tenggara setelah Thailand. Ini dibuktikan dengan hasil tangkapan setiap tahun, ditambah lagi yang mungkin belum terungkap,” kata Kapolda

Selain pemusnahan ganja dengan cara dibakar, barang bukti 1.028 gram sabu juga dimusnahkan dengan cara dicampur dalam air, kemudian diblender hingga akhirnya cairan itu dibuang. Sabu itu hasil tangkapan personel Ditnarkoba Polda Aceh, petugas PT Angkasa Pura II, dan pihak Lanud SIM dari tersangka Fakhri Kasim di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blanbintang, Aceh Besar. Pria asli Jakarta ini memperoleh sabu ini dari Bireuen dan hendak diselundupkan ke Jakarta. “Jadi sepertinya ada modus, sabu masuk Aceh melalui jalur laut Aceh, kemudian berupaya diselundupkan melalui bandara ke luar Aceh. Kita harap semua pihak di jalur-jalur masuk, seperti Bandara agar memperketat pengawasan. Estimasi kedua jenis barang bukti semuanya diperkirakan mencapai Rp 5 miliar, sedangkan BB yang ditangkap jajaran Polres, maka pemusnahannya dilakukan di Mapolres masing-masing,” kata Kapolda. 

Kemarin, saat pemusnahan ini, dua tersangka ganja Zulkifli Djafar dan Al Mufardis, serta tersangka kasus sabu-sabu, Fakhri Kasim ikut dihadirkan. Mereka menggunakan baju tahanan Polda serta penutup wajah. Selain Kapolda, pemusnahan ini antara lain juga melibatkan Sekda Aceh, Dermawan, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, perwakilan Pangdam IM, perwakilan Kajati Aceh dan Komandan Lanud SIM, Kolonel PNB Basuki Rochmat. 

Sedangkan dari Polda juga hadir Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Endang Sunjaya serta para pejabat utama Polda. Prosesi pemusnahan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB berlangsung kira-kira 90 menit. (sal) 

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.serambinews.com |  

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site