ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh barat daya

Polres Abdya Tangguhkan Penahanan Mahasiswi ‘Pemilik’ Orok

Selasa, 26 Agustus 2014 12:18 WIB
BLANGPIDIE – Penyidik Polres Aceh Barat Daya (Abdya), menangguhkan penahanan wanita muda Ro (20) sebagai tersangka dalam kasus temuan jasad orok di Aue Binca, Dusun III, Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, sejak Jumat (22/8).

Tersangka yang berstatus mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi itu, ditangguhkan penahanan atas pertimbangan kemanusiaan serta jaminan pihak keluarga.   

Penyidik Polres Abdya, Selasa (19/8) lalu, menetapkan Ro (20) sebagai tersangka dalam kasus temuan jasad orok di Alue Binca Desa Pawoh, Susoh, sekaligus melakukan penahanan terhadap Ro. Penetapan tersangka, setelah penyidik Polres Abdya meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk warga Dusun III (Binca) dan orangtua Ro.   

Kapolres Abdya, AKBP Eko Budi Susilo SIK melalui KBO Reskrim, Ipda Sunardi Yahmin SH, dihubungi Prohaba, Senin (25/8) menjelaskan, setelah dilakukan penahanan, anggota keluarga dari tersangka Ro, mengajukan surat permohonan penanggguhan penahanan. “Pimpinan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Ro dengan pertimbangan kemanusiaan. Ro, baru melahirkan bayi, sehingga perlu perawatan pasca melahirkan,” katanya.

Penanggulan penahanan atau dikembalikan kepada pihak keluarga sejak  Jumat (22/8) atau setelah tiga hari ditahan di sel tahanan Mapolres Abdya.

Hingga saat ini, menurut KBO Reskrim Ipda Sunardi Yahmin SH, penyidik sudah meminta keterangan dari tujuh saksi, antara lain dari warga yang menemukan jasad orok dalam Alue Binca, warga Dusun III, keluarga tersangka, termasuk nantinya jajaran paramedis RSUD Teungku Peukan.

Pengakuan tersangka Ro kepada penyidik bahwa, bayi yang dilahirkan itu merupakan buah dari hubungan gelap dengan seorang laki-laki berasal dari Kecamatan Jeumpa (bukan, lelaki disebut-sebut seorang petani yang bermukim di Desa Ikue lhung, seperti diberitakan sebelumnya).

Seperti diberitakan, warga Kabupaten Abdya gempar, menyusul ditemukan sesosok jasad orok jenis kelamin perempuan yang masih berdarah di dalam alur (sungai kecil) persawahan Binca, Dusun III, Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, Sabtu (16/8) sore lalu. Polisi yang turun melakukan penelusuran kasus, akhirnya mencurigai Ro, warga Dusun III (Binca) yang sedang dirawat di ruangan persalinan RSUD Teungku Peukan, sebagai ‘produsen’ orok yang telah menjadi jasad itu. Belakangan, wanita Ro menjadi tersangka dalam kasus tersebut.(nun)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.serambinews.com |  

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site