ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Dilarang Main Judi, Satpam Pukuli Warga

Minggu, 24 Agustus 2014 11:49 WIB
MEDAN - Dengan wajah dan tangan yang memar, Rio, melaporkan pemukulan yang dilakukan Security Sekolah Parulian ke Polsek Medan Kota. Rio mengaku dipukuli oleh oknum Satpam bermarga Damanik karena menegur siswa SMA Parulian yang bermain judi.

Menurut Rio, kejadian yang membuat wajahnya lecet tersebut berawal dari teguran yang diberikannya kepada belasan siswa SMA Parulian yang tengah bermain judi di belakang sebuah gereja yang tepat berada di depan Sekolah.

“Ketika saya tegur kami sempat adu mulut dengan siswa,” ujar Rio di Polsek Medan Kota, Sabtu (23/8) kemarin.

Namun ternyata pertengkaran tersebut berakhir dengan pemukulan. Merasa tidak terima ditegur, seorang siswa melaporkan kejadian itu kepada Damanik. Merasa tidak terima, Damanik menendang sepeda motor Rio dan melakukan pemukulan. “Saya dipukuli bang. Babak belur,” ujarnya sembari menunjukkan bekas pemukulannya.

Saat ini petugas Polsek Medan Kota telah menjemput security sekolah Parulian dan tengah melakukan pemeriksaan di Polsek Medan Kota.

Ini Kronologis Pemukulan Rio

Tindakan yang dilakukan belasan siswa Yayasan Pendidikan Parulian tidak pantas ditiru. Bukannya melakukan hal yang positif, sepulang sekolah mereka malah berjudi di belakang sebuah gereja yang tepat berada di depan sekolah.

Parahnya tindakan tersebut justru mendapat pembelaan dari security sekolah bermarga Damanik. Peristiwa tersebut berujung dengan tindakan pemukulan yang dilakukan Damanik kepada Rio, warga Kelurahan Medan Barat tempat sekolah tersebut berada.

Bebe, warga Kelurahan Medan Barat, mengatakan, akibat pemukulan tersebut wajah dan tangan Rio memar. Tidak hanya itu, sepeda motor yang digunakan Rio sempat diterjang Damanik.

Peristiwa pemukulan tersebut menurut Bebe terjadi saat ia dan Rio beserta beberapa temannya menegur siswa sekolah SMA Parulian yang tengah asyik berjudi. Bukannya bubar, para siswa malah melaporkan hal tersebut kepada Security sekolah.

“Merasa tidak terima, Damanik menendang sepeda motor Rio dan melakukan pemukulan,” ujarnya kepada Tribun di Polsek Medan Kota, Sabtu (23/8)

Bebe mengaku, tidak senang atas aksi pemukulan yang dilakukan Damanik, pasalnya selaku petugas pengamanan sekolah, Damanik justru membela tindakan siswa yang berbuat tidak baik dan malah melakukan pemukulan. “Selaku warga setempat kami tidak terima,” ujarnya.

Akhirnya, Bebe beserta Rio melaporkan tindakan tersebut ke Polsek Medan Timur. Anggota Polsek pun langsung membawa Damanik ke kantor polisi dan melakukan pemeriksaan. (Wes/tribun-medan.com)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site