ProHaba.co Mobile
home / nusantara

Armand Maulana: Tujuh Belasan, Dibayar Nasi Kotak

Kamis, 21 Agustus 2014 11:09 WIB
JAKARTA - Sebelum terkenal sebagaimana sekarang, dua dari empat personel band GIGI, yaitu Armand Maulana (vokal) dan Thomas Ramdhan (bas), masing-masing pernah manggung dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia alias tujuh belasan. Armand dan Thomas, yang sama-sama lahir di Bandung, Jawa Barat, dan sempat lama menetap di kota itu, mengaku pernah dibayar dengan nasi dan lauk-pauknya dalam kemasan kotak karton saja untuk manggung di tingkat RT atau RW. 

“Ada yang dibayar (dengan uang seadanya). Ada juga yang cuma dikasih nasi kotak,” kenang Armand sebelum tampil dalam acara Silaturahim Idul Fitri 1435 Hijriah Karyawan Kompas Gramedia di Bentara Budaya Jakarta baru-baru ini. “Kalau gue sama Armand rada sama pengalamannya. Di Bandung, perayaan pas waktu itu rasanya bener-bener sakral. RT dan RW waktu itu ada acara, ‘Sumbangannya apa nih?’ ‘Paling manggung’,” cerita Thomas.

Armand dan Thomas, masing-masing, juga pernah tampil dalam perayaan tujuh belasan di Lapangan Suryalaya, Bandung. Di panggung perayaan tersebut, Armand merasa beruntung bisa sepanggung dengan beberapa artis musik yang ketika itu sudah menasional. “Kalau di Bandung kan selalu ada acara tujuh belasan di Suryalaya dan itu memang kami yang mau (manggung). Soalnya, yang main gede-gede, ada Ruth Sahanaya, ada Harry Moekti, gede-gede ya,” kata Armand. 

“Kayak (konser) Woodstock deh,” tambah Armand. Namun, ada masanya mereka bisa mendapatkan pemasukan lumayan dari hasil tampil dalam  perayaan itu. “Tahun 1980 sampai 1990-an masa jaya-jayanya,” kata Armand.(kompas.com)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site