ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tengah

Lima Hari Dicari, Kamisah Membusuk di Kebun Kopi

Sabtu, 24 Mei 2014 12:15 WIB
TAKENGON - Sempat permisi berangkat ke Takengon dari kampungnya di Wihni Bakong, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Kamisah (50), tiba tiba dinyatakan hilang. Pihak keluarga yang melakukan pencarian, baru menemukan Kamisah, setelah lima hari dinyatakan hilang. Tak jauh-jauh, wanita itu ditemukan telah menjadi mayat di kebun kopinya yang hanya berjarak 400 meter dari rumah.

Jasad Kamisah yang janda tanpa anak itu saat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk, dengan bau menyengat. Adik korban sempat mencari Kamisah ke Takengon, rumah tujuan korban. Namun dari sana malah diterima kabar, jika korban Kamisah tak pernah sampai ke sana.

Sejauh ini kasus itu dalam penanganan pihak kepolisian, hingga motif pasti dari kematian tragis janda kembang itu hinga kini belum terungkap. “Kondisi jasad korban ketika ditemukan sudah membengkak dan mengeluarkan bau yang menyengat. Melihat kondisi tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, jasad korban langsung dikebumikan,” kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Artanto SIk melalui Kapolsek Silih Nara, AKP Riduansyah, Jumat (23/5). 

Dikatakan Riduansyah, lima hari sebelumnya, tepatnya pada hari Minggu 18 Mei 2014, Kamisah berpamitan kepada keluarganya hendak berangkat ke rumah anak angkatnya di Kota Takengon.

Namun, setelah berpamitan, justru Kamisah tidak jadi berangkat ke Takengon, melainkan menuju kebun kopi miliknya masih di kawasan kampung itu. Belum dapat dipastikan apakah pembatalan itu diketahui keluarga, termasuk kepergian menuju kebun kopi. Yang kebetulan hanya berjarak 400 meter dari rumah korban.

Masalahnya, keluarga butuh waktu lima hari untuk menemukan jasad Kamisah, dan adik korban malah juga pergi ke Takengon mencari korban. Hingga terkesan keluarga tak tahu pembatalan kepergian korban ke Takengon.

Pihak keluarga menemukan korban sudah tidak bernyawa di kebun kopi miliknya. Ditemukannya jasad korban, karena adanya bau yang menyengat di sekitar kebun kopi milik Kamisah yang berjarak sekitar 400 meter dari kediamannya di Kampung Wihni Bakong. “Waktu ditemukan, semua harta milik korban, seperti cincin emas dan uang masih ada,” kata Kapolsek Silih Nara ini.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu hasil visum yang dilakukan pihak medis setempat, untuk memastikan apakah di tubuh korban ada bekas luka maupun kekerasan. Namun sejauh ini, hasil tersebut, masih dalam proses, sehingga belum bisa dipastikan penyebab tewasnya Kamisah. “Memang korban dikenal memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Nah, untuk memastikan itu semua kita tunggu aja hasil visumnya nanti,” ungkap Riduansyah. 

Sementara itu, untuk mengungkap penyebab tewasnya Warga kampung Wihni Bakong, Kamisah, pihak Polsek Silih Nara, telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi. Termasuk keterangan dari adik korban. “Kita juga akan menyelidiki, apakah ada faktor lain yang menyebabkan Kamisah meninggal atau memang meninggal karena penyakit yang dideritanya,” pungkasnya.(c35)

Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site