ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tengah

Bayi ‘Terbuang’ Diasuh Warga

Jumat, 16 Mei 2014 12:00 WIB
TAKENGON - Bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang “dibuang” orang tuanya di salah satu rumah warga di Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Sabtu (3/5) lalu, akhirnya diasuh warga Takengon. Hak asuh bayi tersebut, diserahkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) kepada orang tua asuh bayi tersebut, Selasa (13/5) lalu.

Kadisosnakertrans Aceh Tengah, Subhan Sahara, mengatakan orang tua angkat bayi tanpa identitas itu merupakan Pegawai negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi pemerintah di Aceh Tengah. “Dua hari lalu sudah kami serahkan. Penyerahan itu disaksikan aparat Polsek Kota Reje Kampung dan dari pihak perlindungan anak,” kata Subhan.

Menurutnya, sebelum diserahkan, orang tua angkat bayi tersebut telah menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupannya mengurus bayi hingga dewasa. Dengan pengalihan hak asuh bayi dimaksud, sudah menjadi tanggung jawab pengasuh untuk mengurus anak tanpa identitas itu.

“Ada beberapa ketentuan menjadi tanggung jawab orang tua angkat. Di antaranya, memang benar-benar mampu membesarkan anak ini,” ujarnya.

Kata Subhan Sahara, semua biaya selama proses perawatan sebelumnya, termasuk saat pengalihan asuh bayi tersebut, ditanggung oleh pemerintah. Namun, setelah dialihkan hak asuhnya, kini menjadi tanggung jawab orang tua angkatnya. “Mulai dari perawatan bayi, termasuk pendidikan menjadi tanggungan pengasuh. Bagaimana merawat anak sendiri, begitu dengan anak ini,” pungkas Kadissosnakertrans ini.

Seperti diberitakan, sesosok bayi mungil berjenis kelamin perempuan “dibuang” oleh orang tuanya di salah satu rumah warga di Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Sabtu (3/5) dini hari. Setelah ditemukan, bayi tersebut diantar warga ke RSU Datu Beru Takengon, untuk perawatan lebih lanjut.

Namun, hingga kini, belum diketahui siapa orang tua bayi malang yang tega membuang anaknya sendiri.

Bayi berkulit sawo matang itu diperkirakan berumur seminggu. Bayi dimaksud diletakkan orang tuanya di depan pintu rumah salah seorang warga Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan. Diduga, orang tua bayi tersebut sengaja meletakkan anaknya di depan rumah warga, ketika masyarakat tengah tertidur lelap. Setelah mendapat perawatan lebih sepekan di RSU Datu Beru Takengon, bayi malang itu diasuh oleh salah seorang warga.(c35)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site