ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh barat

Jual Esmenen, Pensiunan TNI Ditangkap

Kamis, 8 Mei 2014 11:49 WIB

* Polisi Sita 302 Botol Miras

MEULABOH - Personel Polres Aceh Barat, Selasa (6/5) sore, menangkap tiga tersangka dalam kasus penjualan minuman keras (miras) atau esmenen pada tiga lokasi terpisah di Meulaboh. Tiga pelaku yang dibekuk itu, di antaranya oknum pensiunan TNI, ibu rumah tangga (IRT) dan pria yang sudah menjadi kakek.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita 302 botol miras dengan berbagai merk dan 2,5 botol miras jenis ciu. Hingga Rabu kemarin, ketiga warga tersebut masih diperiksa di Mapolres setempat.

Berdasarkan keterangan diperoleh dari kepolisian, ketiga tersangka miras yang ditangkap itu merupakan warga Aceh Barat, yaitu Abdullah Bintang (57) pensiunan TNI di rumahnya Desa Gampong Darat, Kecamatan Johan Pahlawan. Dari pelaku polisi menyita 9 botol miras jenis anggur merah. Selanjutnya Abdu Hadi alias Yong (63) pekerjaan swasta di rumanya di Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan. Dari pelaku polisi menyita 2,5 botol miras jenis ciu. Berikutnya Fatimah alias Ape (45) pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) di rumahnya di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan.

Dari wanita ini polisi menyita miras berjumlah 293 botol dengan berbagai merek dengan harga berkisar per botol antara Rp 45 ribu hingga Rp 800 ribu. “Penangkapan terhadap ketiga pelaku ini berdasarkan laporan masyarakat,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai melalui Kasat Reskrim, AKP Herly Purnama kemarin.

Dikatakan, penangkapan dilakukan secara bersamaan oleh tiga tim personel Polres dan di rumah masing-masing. Setelah ditangkap tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres guna didalami terhadap barang bukti tersebut. Dari keterangan barang bukti tersebut dijual oleh pelaku, sedangkan pekerjaan pelaku seorang adalah pensiunan TNI, ibu rumah tangga, dan swasta.

Kasat Reskrim mengaku dari keterangan pelaku Abdullah saat ini sakit yakni penyakit pada bagian leher, sehingga sementara sudah dikembalikan kepada keluarganya. Namun demikian kasus ini tetap diproses sesuai hukum berlaku dijerat dengan ancaman cambuk. Sedangkan pelaku yang wanita itu barang bukti itu guna dijual dan dipasok dari Medan. “Kasus penangkapan terhadap miras masih terus kita dalami,” ujar Herly didampingi KBO Reskrim,” Ipda Darwis.(riz)

Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site