ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Wanita Pembawa Sabu-sabu Divonis 18 Tahun Penjara

Sabtu, 8 Maret 2014 11:44 WIB
SIMALUNGUN - Sidang putusan terdakwa kasus pengedaran sabu-sabu internasional sebanyak 6,9 kilogram, Junaidah Saragih (43), akhirnya digelar, Jumat (7/3). Majelis hakim memvonis dirinya 18 tahun penjara serta denda Rp 3 miliar, dan subsider 6 bulan.

Sidang putusan tersebut sebelumnya direncanakan digelar Kamis, 6 Maret 2013. Namun, hakim ketua yang berhalangan hadir membuat sidang ditunda pada Jumat siang. Sebelumnya pada Kamis, hakim pengganti sempat menjanjikan akan menggelar sidang pada Jumat pagi, paling lambat pukul 09.00 WIB. Terdakwa pun akhirnya harus menunggu selama hampir 3 jam dengan keadaan penuh ketegangan.

Selama menunggu sidang digelar, Junaidah yang tampil dengan jeans biru, kaus putih lengan pendek, sendal jepit warna ungu, dan jilbab warna merah bata tampak berwajah sendu dan pucat.

Ditemani suami dan putranya, ia begitu sedih dan terus menerus berpegangan tangan dan berbisik-bisik dengan putra dan suaminya. Putranya pun tampak terus mengelus-elus tangannya.

Junaidah merupakan terdakwa kasus sabu-sabu internasional yang tertangkap tangan oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN), pada 14 Juni 2013 lalu di pinggir jalan di daerah Afdeling Alaras, Pondok Desa XII, Bandarhaluan, Kabupaten Simalungun.

Saat itu, ia kedapatan membawa sabu-sabu sebanyak 6,917,12 kilogram, di dalam mobil Avanza dengan nomor polisi BM 1382 SJ warna hitam.

Sebelumnya Junaidah menerima sabu-sabu tersebut dari terdakwa lainnya, Irwansyah, yang menitipkan kepadanya dengan mobil Innova silver dengan nomor polisi BK 1197 Z. Saat itu, sabu-sabu diberikan Irwasyah kepada Junaidah dalam tujuh kantong dalam sebuah ember.

Tak lama kemudian, tim dari BNN langsung menangkap Junaidah dan Irwansyah. Kepada tim dari BNN Junaidah mengaku akan membawa sabu-sabu tersebut ke daerah Serbelawan dengan ongkos kirim sebesar Rp 50 juta dari Bank BNI cabang Serbelawan, yang kemudian diberikannya kepada Irwansyah.

Dari pemeriksaan yang dilakukan BNN, sabu-sabu tersebut rencananya akan disampaikan kepada seseorang bernama Andi Juanda sebanyak 6 kg, dan sisanya untuk seseorang yang berada di Kota Jambi yang namanya belum diketahui. Sementara itu, sabu-sabu tersebut diketahui dikirim oleh kakak Junaidah, yaitu Isah Saragih, yang berada di Malaysia. Isah Saragih sendiri hingga kini masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Selanjutnya, Junaidah juga mengaku akan diberi imbalan oleh kakaknya sebesar Rp 10 juta.

Sementara itu, terdakwa Irwansyah sendiri mengaku diperintah oleh terdakwa lainnya bernama Syamsul, untuk memberikan sabu-sabu tersebut kepada Junaidah. Adapun Syamsul merupakan aktor yang menjemput sabu-sabu tersebut di perairan perbatasan antara Malaysia dan Indonesia, dengan menggunakan kapal pribadinya. Syamsul sendiri kemudian ditangkap di sebuah SPBU di Simpang Kawat, Kisaran, pada 25 Agustus 2013.

Dalam kesempatan bergilir, setelah memvonis Junaidah, majelis hakim kemudian juga memvonis Irwansyah dan Syamsul dengan hukuman yang sama, yakni 17 tahun penjara, denda Rp 3 miliar, serta subsider 6 bulan.

Sementara itu, majelis hakim juga menyebutkan bahwa barang bukti berupa mobil Innova dengan nomor polisi BK 1197 Z dan Avanza dengan nopol BM 1382 SJ warna hitam disita untuk negara.(*/cr1/tribun-medan.com)

Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site