ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh barat daya

Korban Duel Ala Gladiator Masih Kritis

Kamis, 6 Maret 2014 11:25 WIB
* Polisi Sita Tiga Parang

BLANGPIDIE - Dua petani Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Abdya, yang terlibat duel berdarah-darah ala gladiator, hingga kemarin, masih dirawat intensif dalam kondisi kritis. Korban, M Dinin (60) berdomisili di Dusun Kubang Gajah menjalani rawatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Aceh Barat. Sedangkan korban, Marzuki AW (48) bertempat tinggal di Dusun Kuta Malaka, menjalani rawatan di RSUD Teungku Peukan, Kabupaten Abdya. Keduanya mengalami luka parah akibat saling bacok.

Duel satu lawan satu ala gladiator sama-sama menggunakan parang itu terjadi di areal garapan yang dipersengketakan di kawasan Dusun Kubang Gajah, Selasa (4/3) sore.

Informasi bahwa korban M Dinin, masih menjalani rawatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dan Marzuki AW menjalani rawatan di RSUD Teungku Peukan Abdya, diperoleh Rabu sore  dari Kapolres Abdya melalui Kapolsek Babahrot, AKP Syahrar. Ketua Pemuda Umum Desa Ie Mirah, Thamrin, juga menjelaskan hal serupa.

Seperti diberitakan, kedua korban terlibat saling bacok yaitu M Dinin (60) dan Marzuki (48), karena dipicu sengketa tapal batas lahan garapan lokasi Dusun Kubang Gajah, lokasi pedalaman Desa Ie Mirah.

Setelah bertarung hidup-mati  di areal yang dipersengketakan sekitar pukul 15.30 WIB, akhirnya keduanya tumbang sendiri karena sama-sama mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh.

Menurut keterangan salah seorang anak laki-laki dari M Dinin, yang berada di lokasi, saat itu ia langsung menggotong orangtunya dalam kondisi bermandi darah, sehingga mencapai badan jalan Dusun Kubang Gajah. Kondisi M Dinin tampak parah, kemudian dibantu oleh Jismi (mantan Keuchik Ie Mirah) dilarikan Puskesmas Babahrot. Selanjutnya dengan mobil puskesmas, M Dinin, dilarikan ke RSUD Teungku Peukan lokasi Padang Meurantee.

Sementara menurut keterangan lainnya, salah seorang anak dari Marzuki AW, juga berada di lokasi saat kejadian, tampak berlari dari lokasi menuju kawasan pemukiman penduduk untuk meminta bantuan.

Korban Marzuki AW, ditemukan warga di sekitar lokasi lahan sengketa dalam kondisi masih mampu bergerak, meskipun mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Korban, selanjutnya dilarikan oleh Salman, Kadus Kuta Malaka juga ke RSUD Teungku Peukan.

Kedua korban yang mengalami luka-luka bacok dalam pertarungan sama-sama menggunakan parang itu ditangani paramedis di ruang IGD RSUD Teungku Peukan. M Dinin, yang mengalami pendarahan pada luka yang menganga, akhirnya dirujuk ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Aceh, Selasa malam, sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolres Abdya melalui Kapolsek Babahrot, AKP Syahrar, dihubungi, Rabu (5/3) sore, menjelaskan, motif pemicu dari duel dengan senjata tajam itu masih dalam pendalaman. “Dugaan sementara, dipicu sengketa lahan garapan yang sedang dalam proses pembersihan. Dugaan tersebut dari keterangan warga,” ungkap Kapolsek Babahrot. Sementara kedua petani tersebut belum bisa diminta keterangan, karena kondisi tidak memungkinkan. Bila kondisi kesehatan keduanya memungkinkan akan diminta keterangan tentang kronologis sebenarnya, termasuk penyebab peristiwa tersebut.            

Kapolsek Babahrot, AKP Syahrar mendapat informasi tentang peristiwa berdarah itu dari laporan Jismi (mantan Keuchik Ie Mirah), kemudian segera meluncur ke TKP bersama sejumlah anggota.  Tiba di sana, kedua petani yang mengalami luka-luka sudah dilarikan ke rumah sakit.

Di TKP, polisi menyita tiga parang yang diduga digunakan petani tersebut sebagai senjata dalam bertarung. Satu diantara tiga parang tersebut berbentuk seperti pedang. Selain itu, juga disita sebuah sarung rencong, tapi rencongnya tidak ada di lokasi. Sandal dan topi yang robek seperti terkena tebasan parang. “Semunya sudah kita amankan sebagai barang bukti untuk pengusutan lebih lanjut,” AKP Syahrar.(nun)      

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site